Warga Desa Kawio Sangihe Terisolasi, Rumah Hancur Imbas Gempa Filipina
Nasional
Peristiwa
Warga Desa Kawio Sangihe Terisolasi, Rumah Hancur Imbas Gempa Filipina
CNN Indonesia
Senin, 08 Jun 2026 11:40 WIB
Bagikan:
url telah tercopy
Warga Desa Kawio, Kecamatan Kepulauan Marore, Kabupaten Kepulauan Sangihe, terisolasi akibat gempa bumi magnitudo 7,7 yang mengguncang wilayah Pantai Selatan Mindanao, Filipina, Senin pagi pukul 06.37 WIB. Ilustrasi (Antara Foto/Andri Saputra)
Jakarta, CNN Indonesia
--
Warga Desa Kawio, Kecamatan Kepulauan Marore, Kabupaten Kepulauan Sangihe, Sulawesi Utara terisolasi akibat
gempa bumiĀ magnitudo 7,7
yang mengguncang wilayah Pantai Selatan Mindanao, Filipina, Senin pagi pukul 06.37 WIB.
Sekretaris Desa Kawio, RistoĀ MandianganĀ mengatakan banyak rumah warga rusak parah imbas gempa besar tersebut. Menurutnya, mayoritas rumah warga rata dengan tanah.
"Untuk di pulau kami, rusak berat, hancur, tapi tidak ada korban jiwa karena semua pada keluar ke area terbuka, jalanan dan lapangan. Cuma rumah-rumah kami hancur, rata dengan tanah, lalu posisi pulau kami, kampung Kawio ini jauh, di perbatasan dekat dengan Filipina," ujar Risto Mandiangan kepada
CNNĀ Indonesia TV
, Senin (8/6).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Akses ke ibu kota kabupaten ini harus memakan waktu 1 hari ataupun 1 malam, jauh sekali, karena itu saat ini kami terisolir," imbuhnya.
Lihat Juga :
Dampak Gempa M 7,7: Sejumlah Rumah Warga di Sulut Rusak
Risto mengatakan Desa Kawio dihuni oleh 178 Kepala Keluarga (KK) dengan 480 jiwa. Mayoritas adalah sebagai nelayan. Saat ini, seluruhnya sedang berkumpul di area terbuka karena gempa susulan masih terjadi.
"Kami cuma pulau kecil dengan 178 Kepala Keluarga dan 480 jiwa. Gempa susulan masih terjadi. Posisi masyarakat ada di ruang terbuka, ada lapangan kecil sama di jalan kampung," kata dia.
Risto berharap ada bantuan segera yang diberikan oleh pemerintah pusat maupun daerah.
"Kami hanya meratapi keadaan sekarang karena tidak bisa berbuat apa-apa. Rumah rata dengan tanah kebanyakan umumnya, dan kami butuh makanan, obat-obatan, pakaian, dan lain-lain. Kami ini di perbatasan, tidak ada akses," ungkap Risto.
"Karena ini jadi berita nasional, kiranya pak presiden bersama pak menteri terkait, pak gubernur, pak bupati, Gubernur Sulawesi Utara, Bupati Kepulauan Sangihe, segera melakukan tindakan atau cepat menangani," lanjutnya.
Lihat Juga :
Gempa Susulan M 6,0 di Sangihe Terasa Bergetar hingga Gorontalo Utara
(ryn/fra)
Add
as a preferred
source on Google
[Gambas:Video CNN]
Bagikan:
url telah tercopy