Apa Itu Awan Bercahaya Noctilucent yang Muncul pada Awal Juni?
Musim awan bercahaya noctilucent tahun ini resmi dimulai dengan penampakan pertama pada 2 Juni lalu. Fenomena langka awan noctilucent kembali menghiasi langit belahan bumi utara, menghadirkan kilau keperakan yang hanya bisa dilihat sepanjang musim panas.
Salah satu penampakan paling awal diabadikan oleh fotografer John Clement di atas kota Kennewick, Washington, Amerika Serikat, pada 2 Juni. Clement awalnya keluar untuk memotret konjungsi Venus dan Jupiter, sebelum menyadari awan langka itu mulai tampak di ufuk utara.
Awan noctilucent terbentuk dari kristal-kristal es berukuran sangat kecil yang terakumulasi di lapisan mesosfer, sekitar 80 kilometer di atas permukaan Bumi atau kira-kira sepuluh kali lebih tinggi dari awan cirrus dan formasi awan biasa. Ketinggian ekstrem itu, yang berada di ambang tepi luar angkasa, memungkinkan awan ini menangkap dan memantulkan cahaya Matahari jauh setelah Matahari terbenam dan sebelum fajar.
Dikutip dari Space, awan noctilucent paling sering teramati antara pertengahan Mei hingga pertengahan Agustus, dengan puncak penampakan biasanya terjadi pada Juli di belahan bumi utara. Awan ini cenderung terbentuk di dekat kawasan kutub, tempat lapisan mesosfer mencapai suhu paling dingin. Penampakan terbaik umumnya terjadi pada lintang 45 hingga 80 derajat utara dari ekuator.
Untuk mendapatkan peluang terbaik menyaksikan awan noctilucent, arahkan pandangan ke langit bagian barat saat bintang-bintang pertama mulai terlihat setelah Matahari terbenam. Cari formasi awan tipis dan halus yang memancarkan cahaya keperakan dan kebiruan di langit senja, sementara awan-awan lain di dekat cakrawala tampak gelap.