Trump Ingin Lembaga Pengawas Intelijen AS Dimulai PHK
Presiden AS Donald Trump meminta pemimpin sementara ODNI, Bill Pulte, untuk mulai mengurangi karyawan karena ia menganggap terlalu besar. (REUTERS/Evan Vucci)
Jakarta, CNN Indonesia - Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump, mengatakan bahwa ia ingin Bill Pulte, pemimpin sementara Kantor Direktur Intelijen Nasional (ODNI), mulai melakukan proses pengurangan pegawai hingga mengecilkan ukuran lembaga tersebut. ODNI merupakan lembaga yang bertugas mengawasi 18 badan intelijen AS.
Trump menilai lembaga tersebut "tidak diperlukan" atau "terlalu besar", ia juga menyesalkan masih adanya pegawai dari pemerintahan sebelumnya. "Saya ingin melihatnya lebih kecil. Saya pikir ada banyak orang di sana yang seharusnya tidak berada di sana," kata Trump seperti diberitakan CBS News pada Jumat (5/6).
Ketika ditanya apakah ia meminta Pulte memecat pegawai ODNI, Trump mengatakan bahwa ia ingin Pulte "memulai proses tersebut", yang nantinya dapat dilanjutkan oleh direktur permanen. "Kami telah membuat Departemen Pendidikan jauh lebih kecil, dan demikian juga lembaga ini seharusnya jauh lebih kecil," ujar Trump.
"Dan lembaga ini mungkin bahkan harus dibubarkan, dan kami akan membuat keputusan itu." Kendati demikian, belum ada konfirmasi resmi terkait kepastian kapan Bill Pulte akan memangkas jumlah pegawai ODNI. Namun, Trump menegaskan tidak keberatan dengan pengurangan pegawai di lembaga tersebut karena jumlah pegawai ODNI yang dinilai "terlalu banyak."
Bill Pulte merupakan direktur sementara ODNI, ia dapat menjabat selama 210 hari sejak memimpin posisi tersebut. Pulte juga tetap memimpin Federal Housing Finance Agency (FHFA), lembaga yang mengawasi Fannie Mae dan Freddie Mac.
" Anda menjadi tidak terlalu terikat oleh berbagai batasan," kata Trump merujuk pada status Pulte sebagai pejabat sementara. "Hal itu memberi Anda lebih banyak kekuasaan, meskipun untuk jangka waktu yang relatif terbatas."
"Terus terang, mungkin akan baik jika ia mengguncang lembaga itu terlebih dahulu sebelum orang-orang baru datang," tambah Trump. Keinginan Trump mengurangi jumlah pegawai bahkan membubarkan ODNI turut mendapatkan dukungan dari seorang pejabat di lembaga intelijen tersebut.
Seorang pejabat ODNI mengatakan bahwa Direktur Intelijen Nasional, Tulsi Gabbard, sebelumnya telah memangkas jumlah staf lembaga hampir 50 persen dan menghemat hampir US$1 miliar uang pembayar pajak melalui upaya yang disebut "ODNI 2.0".