Pesisir Karawang Kritis, Ratusan Warga Tenggelamkan Rumah Mereka
Desa Cemarajaya di Kecamatan Cibuaya, Kabupaten Karawang, Jawa Barat, menjadi salah satu daerah yang paling parah terkena dampak abrasi. Dalam 10 tahun terakhir, total ada 321 rumah warga direlokasi karena kejadian ini. Hingga Mei 2026, data Kantor Desa Cemarajaya mencatat sebanyak 51 rumah masih memilih bertahan di tempat yang sama.
"Sebanyak ratusan warga Desa Cemarajaya telah kehilangan rumah mereka dalam 10 tahun terakhir akibat abrasi dan ketinggian muka air laut yang terus naik," kata Kepala Seksi Pelayanan Desa Cemarajaya, Eli Damanik. Dia menambahkan bahwa proses relokasi 321 rumah dilakukan dalam dua gelombang. Pertama, mulai tahun 2018, sebanyak 299 rumah yang direlokasi. Teranyar, relokasi dilakukan pada Mei 2026 lalu dengan jumlahnya sebanyak 22 rumah.
Pemerintah Kabupaten Karawang telah memindahkan warga ke Perumahan Sekong yang berada di kurang dari satu kilometer dari bibir pantai. Namun, sebagian besar warga masih menempati rumah lama karena alasan mata pencaharian. Padahal, rumah tersebut berada dalam bayang-bayang banjir rob karena hanya berjarak sepelemparan batu.
"Simpang siur kabar beritanya membuat mereka berpikir bahwa rumah mereka yang lama akan ditinggalkan," kata Eli. Dia membantah informasi tersebut dan menegaskan bahwa warga tetap bisa menempati rumah mereka yang lama di samping juga tetap bisa tinggal di rumah relokasi.
Desa Cemarajaya berada di ujung pesisir Utara Kabupaten Karawang, Jawa Barat. Desa itu terdiri dari enam dusun, kebanyakan dari mereka melewati sekitar 12 kilometer garis pantai yang menghadap langsung Laut Jawa. Keempat dusun tersebut adalah Pisangan, Mekarjaya, Cemarajaya I Utara dan Cemara2.