Mengapa Kita Harus Melawan Fast Fashion?
teknologi

Mengapa Kita Harus Melawan Fast Fashion?

CNN Indonesia5 Juni 2026👁 1 views🤖 AI Rewritten

Fast fashion telah menjadi jawaban instan atas keinginan untuk selalu tampil "up to date". Dengan harga murah, model cepat berganti, dan diskon yang seolah tak ada habisnya, konsep ini menawarkan kenyamanan belanja cepat. Namun, di balik kenyamanan ini, ada 'harga' yang harus kita bayar diam-diam: kerusakan lingkungan dari budaya konsumsi kita sendiri.

Kita terdorong masuk jurang shopaholic yang dalam, menjadi pribadi dengan hasrat berbelanja tak terkendali berkategori 'kegilaan berbelanja'. Mengikuti pandangan sosiolog Jean Baudrillard (1929-2007), barang yang dikonsumsi bukan lagi untuk pemenuhan kebutuhan, melainkan sudah berubah fungsi menjadi pemenuhan keinginan semu. Sandang memang jadi salah satu kebutuhan dasar. Namun, kini tantangannya bukan pada kebutuhan berpakaian, melainkan cara kita memperlakukan pakaian yang terbentuk oleh industri fast fashion, yang ternyata merusak lingkungan.

Memopulerkan capsule wardrobe bisa menjadi salah satu langkah untuk mereduksi fast fashion. Bukan dengan mematikan kebutuhan fesyen, tetapi dengan mengubah kebiasaan. Dengan memilih cara berpakaian yang lebih sederhana dan bertanggung jawab, kita dapat mengurangi beban lingkungan dan meningkatkan kenyamanan dalam berbelanja.

Apa itu fast fashion? Mengutip laman Britannica, fast fashion merupakan istilah untuk model produksi pakaian yang cepat, murah, tetapi sayangnya cenderung berkualitas rendah. Karakter utamanya adalah desain yang meniru tren populer dari brand besar maupun label independen, ditawarkan dengan harga terjangkau agar konsumen bisa membeli cepat dan merasakan sensasi 'selalu baru'. Model bisnis fast fashion dimulai di Barat dan berkembang sejak 1970-an, ketika ritel mulai memindahkan produksi ke negara-negara lain, terutama di Asia.