Kim Jong Un Mau Dikunjungi Presiden China, Beda dari Trump dan Putin
politik

Kim Jong Un Mau Dikunjungi Presiden China, Beda dari Trump dan Putin

CNN Indonesia5 Juni 2026👁 2 views🤖 AI Rewritten

Pemimpin Korea Utara Kim Jong Un akan dikunjungi langsung oleh Presiden China Xi Jinping di Pyongyang, Korea Utara dalam waktu dekat. Kunjungan ini merupakan langkah baru dari Beijing untuk menghangatkan hubungan bersejarah dengan negara tetangganya itu yang telah mendingin dalam beberapa tahun terakhir.

Berbeda dengan pertemuan bilateral dari dua kepala negara kuat, Amerika Serikat dan Rusia, Xi Jinping sempat menerima kunjungan Presiden Donald Trump dan Presiden Vladimir Putin pada Mei lalu. Rencana Xi Jinping ke Pyongyang dianggap sebagai kunjungan yang langka. Terlebih, agenda itu akan dilakukan hanya beberapa pekan Xi menerima Trump dan Putin di Beijing.

Xi akan menjalankan lawatan di Korut bertemu dengan Kim Jong Un selama dua hari mulai Senin (8/6) waktu setempat. Rencana itu diumumkan kantor berita China Xinhua dan agensi berita pemerintah Korut KCNA. Lawatan ini sendiri akan menjadi kunjungan balasan bagi Xi Jinping yang pernah menerima kunjungan Kim Jong Un pada September 2025.

Kunjungan ini merupakan upaya terbaru dari Beijing untuk menghangatkan hubungan bersejarah dengan negara tetangganya itu yang telah mendingin dalam beberapa tahun terakhir. Ini juga akan menjadi perjalanan luar negeri pertama Xi tahun ini. Para pakar menilai China kemungkinan juga ingin menegaskan kembali pengaruhnya terhadap Korut yang mulai condong ke Rusia.

Kim tidak ingin diperlakukan seperti mitra junior oleh Beijing dan kemungkinan akan menggunakan kedekatan barunya dengan Rusia untuk menekan Beijing agar memberikan konsesi ekonomi. Apabila Korea Utara berhasil menyeimbangkan dua negara tetangganya yang besar tersebut, Kim mungkin akan merasa tidak terlalu terkendala dalam memajukan program senjata nuklirnya.

Hal ini dapat menggoyang kawasan di mana sekutu-sekutu AS sudah khawatir mengenai peningkatan kekuatan militer Tiongkok dan kemampuan Washington untuk menghormati perjanjian pertahanannya karena negara tersebut menghabiskan sumber daya untuk berperang dengan Iran. Xi Jinping kemungkinan akan menggunakan akses langka yang dimilikinya kepada Kim Jong Un untuk mengingatkan dunia bahwa Korea Utara bergantung pada China dan bahwa Beijing tidak dapat dikesampingkan.

Pesan kuat ini akan sejalan dengan upaya Xi Jinping untuk memproyeksikan Tiongkok sebagai negara adidaya yang setara dengan AS.