Hampir 3 Tahun Berlalu, Apa Kabar Wacana Sertifikasi Promotor?
Hampir tiga tahun berlalu sejak wacana sertifikasi promotor konser digaungkan Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Uno sebagai tanggapan atas kisruh penyelenggaraan konser Coldplay dan Bring Me The Horizon di Jakarta pada 2023. Wacana ini muncul untuk menangani masalah-masalah yang disoroti penonton dari dua konser tersebut.
Saat ini, wakil Menteri Ekonomi Kreatif Irene Umar mengatakan bahwa wacana sertifikasi promotor masih dilanjutkan oleh Kementerian Pariwisata bersama Kementerian Ekonomi Kreatif semenjak keduanya dipisah Oktober 2024. "Pada saat itu kan masih di bawah Kemenparekraf kan. Jadi, sekarang kan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif kan dipisah jadi dua. Di mana licensing atau perizinan masih di bawah Kementerian Pariwisata," kata Irene Umar kepada CNNIndonesia.com di Jakarta Pusat pada Jumat (5/6).
Irene mengakui bahwa proses penyusunan sertifikasi masih dalam tahap pembahasan dan belum ada kepastian apakah sertifikasi yang telah diwacanakan akan memuat standar konser ramah lingkungan, seperti pengelolaan sampah, pengurangan limbah, daur ulang, maupun penggunaan energi bersih. "Kita belum bisa memastikan itu dulu, karena kan pertama, konser ada banyak verifikasi yang harus kita lihatin ya, dalam segi sertifikasi. Namun, bukan berarti kita berhenti di sini," kata Irene.
Pertanyaan soal arah kebijakan keberlanjutan di industri konser kembali muncul sebagai tanggapan atas kisruh penyelenggaraan konser Coldplay dan Bring Me The Horizon. Sertifikasi promotor yang masih abu-abu turut menimbulkan pertanyaan soal arah kebijakan keberlanjutan di industri konser.
Dalam beberapa bulan terakhir, Indonesia telah menghadapi kisruh penyelenggaraan konser musik yang membawa perdebatan tentang keberlanjutan dan etika. Sertifikasi promotor yang masih dalam tahap pembahasan memperkuat kemungkinan kebijakan keberlanjutan akan menjadi prioritas di masa depan.