Hamas Tolak Serahkan Senjata di Gaza Jelang Perundingan Kairo
politik

Hamas Tolak Serahkan Senjata di Gaza Jelang Perundingan Kairo

CNN Indonesia2 jam lalu👁 1 views🤖 AI Rewritten

Perdana Menteri Hamas, Ismail Haniyah, belum mau menyerahkan senjatanya (Istockphoto).

Hamas menyatakan tidak akan menyerahkan senjatanya dalam waktu dekat. Kelompok itu menegaskan nasib persenjataan mereka di Gaza baru akan diputuskan setelah pembahasan menyeluruh dengan faksi-faksi Palestina lainnya.

Perundingan gencatan senjata Gaza masih buntu, dua isu utama yang belum terselesaikan adalah tuntutan pelucutan senjata Hamas dan penarikan pasukan Israel dari Gaza. Rencana perundingan terbaru di Kairo, Mesir, akan mempertemukan delapan faksi Palestina untuk membangun sikap bersama.

Husam Badran mengatakan Hamas membuka peluang agar tidak ada lagi senjata yang tampak di jalan-jalan Gaza ketika Komite Nasional untuk Administrasi Gaza (NCAG) mengambil alih wilayah tersebut. "Ketika komite Palestina ini mengambil alih Jalur Gaza, tidak akan ada senjata yang terlihat di jalan-jalan dan gang-gang Gaza, kecuali senjata resmi milik komite ini, yaitu polisi resmi Palestina," ujar Badran.

Badran menegaskan hal itu bukan berarti Hamas menyerahkan senjata secara resmi. "Kami tidak bicara soal menyerahkannya. Kami bicara, setidaknya, senjata tidak terlihat kecuali senjata resmi polisi Palestina," ujarnya.

Badran juga menyebut detail mengenai persoalan senjata akan dibahas dalam kerangka nasional bersama faksi-faksi Palestina lainnya. Negosiasi Gaza Masih Buntu, Sikap Hamas ini muncul saat perundingan gencatan senjata Gaza masih buntu.

Badran menyebut faksi yang hadir antara lain Hamas, Jihad Islam Palestina, Front Populer untuk Pembebasan Palestina, Front Demokratik untuk Pembebasan Palestina, Inisiatif Nasional, Komite Perlawanan Rakyat, hingga arus reformasi Demokratik yang berafiliasi dengan Fatah.

Pembicaraan itu bertujuan menyelamatkan rencana gencatan senjata yang sebelumnya dimediasi Amerika Serikat. Namun, Badran menilai Israel belum menjalankan kewajiban tahap pertama secara penuh. "Kami bicara soal bantuan kemanusiaan, mekanisme penyeberangan Rafah, infrastruktur, dan pembunuhan. Gagasan awalnya adalah gencatan senjata menyeluruh, tetapi sekitar 1.000 orang telah terbunuh," ujar Badran.

Ia juga menyebut bantuan yang masuk ke Gaza masih jauh dari kesepakatan. Menurutnya, hanya sekitar 150 hingga 200 truk bantuan yang masuk, sedangkan pada tahap pertama rencana gencatan senjata Gaza harus ada setidaknya 1.000 truk bantuan.

Sikap Hamas ini muncul saat perundingan gencatan senjata Gaza masih buntu. Rencana perundingan terbaru di Kairo, Mesir, akan mempertemukan delapan faksi Palestina untuk membangun sikap bersama.