Iran Tolak Pertemuan dengan Trump Meski Ngaku-ngaku Punya Hubungan Baik
politik

Iran Tolak Pertemuan dengan Trump Meski Ngaku-ngaku Punya Hubungan Baik

CNN Indonesia2 jam lalu👁 3 views🤖 AI Rewritten

Pemerintah Iran telah menutup peluang pertemuan antara pemimpin tertinggi mereka, Mojtaba Khamenei, dengan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump. Penolakan ini terjadi meski Trump sebelumnya menyatakan akan menjadi sebuah kehormatan bagi dirinya jika bisa bertemu dengan Mojtaba.

Penasihat militer Khamenei, Mohsen Rezaei, menolak kemungkinan pertemuan tersebut dan mengatakan bahwa saat ini tidak ada peluang untuk terjadinya pertemuan antara keduanya. "Saat ini kami masih berada pada tahap pertama negosiasi dan Tuan Trump telah membawa negosiasi ke jalan buntu. Ini tidak akan terjadi," kata Rezaei dalam pernyataan seperti yang dikutip dari CNN, Sabtu (6/6).

Penolakan Iran muncul saat hubungan Teheran dan Washington kembali memanas. Seorang pejabat tinggi Iran menyebut peluang kesepakatan damai masih bergantung pada sikap pemerintahan Trump, terutama terkait pencairan aset Iran senilai US$24 miliar yang dibekukan.

Ketegangan meningkat setelah pasukan AS mencegat rudal dan drone yang diluncurkan Iran ke arah Selat Hormuz dan kawasan Teluk. Sirene peringatan juga sempat berbunyi di Kuwait dan Bahrain. Militer AS turut menyerang sejumlah lokasi pesisir di Iran, yang kemungkinan berkaitan dengan keberadaan kapal Angkatan Laut AS di kawasan tersebut.

Rezaei memperingatkan Iran dapat memperluas perang ke luar Teluk Persia jika AS kembali melanjutkan konflik. Operasi militer disebut bisa meluas dari Selat Hormuz ke Samudra Hindia, Selat Bab el-Mandeb, Laut Merah, hingga Laut Mediterania.

Konflik ini juga merembet ke Lebanon, di mana lebih dari 20 orang tewas akibat serangan Israel pada Jumat (5/6), menurut laporan media pemerintah Lebanon. Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi turut membantah tudingan Presiden Lebanon Joseph Aoun yang menyebut Teheran menggunakan Lebanon sebagai alat tawar dalam perang dengan AS dan Israel.

"Kalau Lebanon adalah alat tawar bagi Iran, kami sudah mencapai kesepakatan sejak lama," kata Araghchi. Pernyataan Iran soal tertutupnya peluang pertemuan Mojtaba dan Trump menunjukkan jalan diplomasi kedua negara masih buntu.