China Tunda Impor Batu Bara, Kementerian ESDM Mengatakan Belum Mengetahui Rencana Itu Secara Detail
Sejumlah perusahaan pertambangan China dikabarkan menunda impor batu bara untuk periode Juni 2026. Hal ini disebabkan oleh kabar pemindahan ekspor satu pintu melalui Badan Usaha Milik Negara (BUMN). Dirjen Minerba Kementerian ESDM Tri Winarno mengatakan belum mengetahui rencana itu secara detail.
" Sampai sekarang, yang terkait dengan China itu, sampai sekarang belum dapat informasi yang clear betul," ujar Tri ditemui usai Rapat Kerja dengan Komisi XII DPR RI, Kamis (4/6). Ia menyebutkan bahwa ia belum menerima laporan penundaan dari Asosiasi Transportasi dan Distribusi Batu Bara China (CCTD).
Menurut Tri, ia akan menindaklanjuti laporan tersebut. "Perusahaan mana yang di-cancel oleh China, terus berapa kuantitinya, dan lain-lain. Saya belum dapat informasi," jelasnya.
Asosiasi Pertambangan Indonesia (API-IMA) menilai rencana tata kelola ekspor komoditas sumber daya alam strategis melalui satu pintu perlu proses yang transparan dan cepat. "Ketidakpastian akan faktor-faktor tersebut akan membuat para customer mengalihkan pasokan ke negara lain," ujar Direktur Eksekutif IMA Sari Esayanti.
IMA menekankan dalam pengelolaan ekspor batubara dan mineral penting untuk menerapkan transparansai dan efisiensi, terutama dalam menghadapi dugaan praktik transfer pricing yang berujung pada under invoicing pada ekspor komoditas.