Api Misterius Rumah Warga Sleman Ditudingkan Bisa Karena Limbah Pemotongan Ayam
Api misterius telah menimpa rumah warga Seyegan, Sleman, D.I Yogyakarta, yang dipimpin oleh Mutfiana alias Fia. Tim peneliti Universitas Gadjah Mada (UGM) telah melakukan investigasi dan menyatakan hasil kesimpulan sementara mereka.
Koordinator Pusat Kajian Pelambatan Entropi (PKPE) Fakultas Teknik UGM, Alva Edy Tontowi, menjelaskan bahwa gas hidrogen diduga kuat berasosiasi dengan proses fermentasi limbah organik pemotongan ayam. Hal ini dikemukakan oleh Alva dalam keterangannya pada Rabu (3/6) malam.
Faktor lain yang juga dipertimbangkan tim UGM adalah adanya senyawa lain bersama gas hidrogen, yaitu gas fosfin (PH3). Gas fosfin dapat berasal dari material kaya fosfat seperti tulang dan bagian keras dari bulu ayam. Alva menambahkan bahwa gas fosfin tidak mudah terdeteksi dan akan habis terbakar jika bertemu oksigen, sehingga memungkinkan gas fosfin tersebut yang memicu terbakarnya gas hidrogen.
Sementara itu, tim UGM juga masih memeriksa kandidat sumber lain yaitu limbah cairan. Sampel ini saat ini sedang dalam tahap analisis laboratorium. Tim peneliti dari Universitas Gadjah Mada merekomendasikan agar sirkulasi udara di dalam rumah Fia dibuka selebar-lebarnya, serta memasang blower atau kipas angin untuk menghalau kemungkinan rembesan gas berkumpul dalam kadar yang cukup untuk memantik api.
Selain itu, tim UGM juga merekomendasikan agar mengeluarkan barang-barang yang mudah terbakar dari dalam rumah. Mereka akan membantu melakukan penjenuhan cairan basa (air kapur) pada tanah dan lantai rumah untuk menekan kemungkinan adanya bakteri Clostridium yang berperan dalam menghasilkan gas hidrogen.
Teror api misterius di kediaman Fia ini telah berlangsung selama hampir dua pekan, dengan lebih dari 80 kali terjadi kejadian api membakar benda di dalam rumah. Sejak dua hari lalu, titik api meluas hingga ke area bangunan ruko yang dipakai Fia sekeluarga mengungsi.