7 Tanda Anak People Pleaser yang Perlu Diketahui Orang Tua
Anak people pleaser sering terlihat baik-baik saja, tetapi di balik sikap itu ada masalah yang perlu diketahui oleh orang tua. Tanda-tanda anak people pleaser antara lain jarang berkata "tidak" dan mengambil tanggung jawab atas kesalahan yang tidak dilakukan.
Tidak cuma pada orang dewasa, anak juga bisa menjadi people pleaser. Sekilas, anak akan terlihat baik dan sopan sebagaimana impian semua orang tua. Tapi, di balik perilaku sopan ini, ada masalah yang diam-diam berakar: selalu ingin menyenangkan orang lain.
Keinginan untuk menyenangkan orang lain itu tak muncul tiba-tiba. Keinginan itu biasanya muncul karena adanya perasaan takut ditolak, rasa tidak aman, dan kebutuhan untuk disukai. Psikolog keluarga Nina Westbrook mengatakan bahwa anak people pleaser akan sulit mengatakan "tidak" atau membela diri seiring bertambahnya usia.
"Hal itu benar-benar dapat mengganggu kepercayaan diri mereka," ujar Westbrook. Tak cuma itu, Westbrook juga mengatakan, kebiasaan itu membuat mereka sulit mengatakan "tidak" dan membela diri. "Jika pola ini berlanjut, dapat menyebabkan hal-hal seperti kecemasan, kelelahan, atau kesulitan dalam hubungan di kemudian hari," tambah Westbrook.
Menurut dia, anak juga jadi rentan terhadap manipulasi karena mereka terbiasa melakukan hal-hal untuk menyenangkan orang lain daripada belajar menggunakan penilaian, mengekspresikan kebutuhan mereka, dan membela diri. Perlu dicatat juga, kebiasaan menyenangkan orang lain pada anak dapat menimbulkan risiko jangka panjang.
Psikolog Joseph Laino mengatakan bahwa kebiasaan ini dapat menyebabkan rendah diri, kebingungan identitas, dan kesulitan menetapkan batasan yang sehat. "Anak-anak ini sering mengandalkan validasi eksternal," ujar Laino.