IHSG Diprediksi Melemah Secara Terbatas di Awal Pekan Ini
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diprediksi akan tetap melemah awal pekan ini. Analis memperkirakan indeks saham akan bergerak di kisaran level support 5.360 dan resistance 5.865. IHSG telah melemah 8,73 persen sepanjang pekan kemarin.
Sementara itu, Sekretaris Perusahaan Bursa Efek Indonesia (BEI) Kautsar Primadi Nurahmad mengatakan selama periode tanggal 2 sampai dengan 5 Juni 2026 perdagangan saham ditutup pada zona bervariasi. Kapitalisasi pasar bursa mengalami penurunan sebesar 8,59 persen dari Rp10.729 triliun menjadi Rp9.807 triliun pada pekan lalu.
Analisis Oktavianus Audi, VP Equity Retail Kiwoom Sekuritas Indonesia, menilai pergerakan pasar saat ini dipengaruhi oleh beberapa sentimen utama. Pertama, pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS yang telah menembus level Rp18.035 per dolar AS, seiring penguatan indeks dolar AS (DXY) ke level 100. Menurutnya, pasar masih mengkhawatirkan pelemahan rupiah tersebut karena berpotensi menimbulkan dampak yang lebih besar apabila terus berlanjut.
Kedua, pelaku pasar masih menantikan kebijakan suku bunga Bank Indonesia (BI) dan penguatan nilai tukar rupiah. Oktavianus juga mengatakan bahwa investor asing telah mencatatkan nilai jual bersih Rp3,73 triliun pada hari ini dan sepanjang tahun 2026 ini mencatatkan nilai jual bersih sebesar Rp61,36 triliun.
Dengan demikian, IHSG diprediksi akan tetap melemah awal pekan ini. Analis memperkirakan indeks saham akan bergerak di kisaran level support 5.360 dan resistance 5.865.