Trump Soal Pemimpin Iran Khamenei: Merasa Terhormat Jika Bisa Bertemu
Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, mengaku mau bertemu dengan Pemimpin Iran, Mojtaba Khamenei, jika kesepakatan tercapai dan negosiasi untuk mengakhiri perang sukses. Hal ini disampaikan oleh Trump saat ditanya kemungkinan pertemuan dengan pemimpin Iran tersebut.
Trump menyatakan bahwa ia tidak ingin bertemu dengan Khamenei, tetapi jika kesepakatan tercapai, maka ia akan merasa terhormat bertemu dengan dia. "Saya tak ingin bertemu, tetapi jika bertemu, saya akan merasa terhormat bertemu dengan dia," kata Trump pada Kamis (14/6), dikutip Anadolu Agency.
Trump juga menambahkan bahwa syarat-syarat dari kesepakatan apa pun mengharuskan Iran meninggalkan program nuklir mereka. "Sejauh menyangkut Iran, Anda akan segera mengetahui seperti apa kesepakatannya, tetapi bagian utama dari kesepakatan itu adalah mereka tak boleh punya senjata nuklir," ungkap dia.
Lebih lanjut, Trump juga menyinggung soal potensi pembukaan kembali rute perdagangan global Selat Hormuz. Dia optimis selat tersebut akan segera dibuka mengingat kemampuan pasukan AS memusnahkan ranjau bawah laut. "Selat itu akan segera dibuka, Anda tahu, akan segera dibuka, dan kami sebagian besar telah melakukan penyisiran ranjau," ujar Trump.
Tanggapan Trump muncul saat Washington dan Teheran berupaya menggelar negosiasi damai untuk mengakhiri perang yang berlangsung sejak akhir Februari. Kedua negara sempat melakukan negosiasi di Islamabad, Pakistan, tetapi pembicaraan gagal dan tidak ada kesepakatan apa pun. AS dan Iran sama-sama mempertahankan tuntutan mereka, dengan Washington ingin Teheran melucuti dan menghentikan program nuklirnya, sedangkan Teheran menolak.