TNI Periksa 10 Saksi soal Peluru Nyasar di Universitas Negeri Padang
Penyelidikan kasus peluru nyasar yang menyebabkan dua orang mengalami luka tembak di kampus Universitas Negeri Padang (UNP) masih dilakukan aparat terkait, termasuk dari Kodam XX/Tuanku Imam Bonjol. Tim Pomdam XX/Tuanku Imam Bonjol sudah memeriksa 10 orang saksi, namun belum bisa menyimpulkan sumber pasti peluru yang melukai para korban.
Dalam penyelidikan sementara, tim baru berhasil menemukan satu proyektil yang diambil dari tubuh korban. Kapendam XX Tuanku Imam Bonjol, Kolonel Kav Taufiq dalam keterangan kepada wartawan di Makodam, Padang, Rabu (3/6) menjelaskan bahwa pemeriksaan saksi-saksi sudah dilakukan beberapa saat setelah kejadian pada Selasa (2/6) kemarin hingga hari ini. "Kita lakukan pada saat kejadian dan kita lakukan besoknya," kata dia.
Taufiq juga mengakui masih banyak pertanyaan-pertanyaan yang harus dijawab dalam penanganan kasus tersebut, salah satunya adalah terkait dugaan sumber senjata yang menyebabkan terjadinya insiden itu. "Kejadian yang terkait ini masih banyak pertanyaan-pertanyaan harus dijawab," kata dia.
Dalam kesempatan yang sama, Taufiq juga menjelaskan bahwa pihaknya baru menemukan satu proyektil di tubuh korban. "Sementara ini baru satu proyektil. Apakah ada proyektil lain? Itu yang sedang kita cari," kata dia.
Pemeriksaan saksi-saksi dan penyelidikan kasus peluru nyasar di Universitas Negeri Padang masih terus berlanjut. Tim Pomdam XX/Tuanku Imam Bonjol berharap dapat menemukan dugaan sumber senjata yang menyebabkan terjadinya insiden itu.