Serangan Jantung Meningkat pada Usia 20-an, Pemeriksaan Dini Penting Dilakukan
kesehatan

Serangan Jantung Meningkat pada Usia 20-an, Pemeriksaan Dini Penting Dilakukan

CNN Indonesia1 jam lalu👁 1 views🤖 AI Rewritten

Penyakit jantung selama ini identik dengan usia lanjut, namun kini tren tersebut mulai berubah. Dokter menemukan semakin banyak kasus gangguan jantung yang muncul pada usia muda, bahkan di bawah 30 tahun.

Ketua Umum Perhimpunan Dokter Spesialis Patologi Klinik, Teguh Triyono mengatakan penyakit jantung masih menjadi pembunuh nomor satu, baik di Indonesia maupun dunia. "Sekarang banyak ditemukan juga pasien-pasien serangan jantung di bawah 30 tahun," kata Teguh dalam keterangannya usai menghadiri LabTalk Indonesia.

Perubahan pola hidup menjadi salah satu faktor utama yang memicu meningkatnya risiko penyakit kardiovaskular pada usia muda. Kebiasaan kurang bergerak atau sedentary lifestyle, konsumsi makanan cepat saji, hingga minim aktivitas fisik disebut ikut memperburuk kondisi kesehatan pembuluh darah.

Kerusakan pembuluh darah dapat berdampak pada berbagai organ vital. Jika terjadi di otak, risikonya stroke. Bila terjadi di jantung, bisa memicu serangan jantung. Sementara jika mengenai ginjal, dapat menyebabkan gagal ginjal.

Pemeriksaan laboratorium dinilai memiliki peran penting untuk mendeteksi risiko penyakit jantung sejak dini, bahkan sebelum gejala muncul. Salah satu pemeriksaan yang umum dilakukan adalah profil lemak atau lipid profile untuk melihat kadar kolesterol dalam tubuh.

Teguh menegaskan, laboratorium tidak hanya berfungsi untuk mendeteksi risiko, tetapi juga membantu proses diagnosis hingga pemantauan pasien setelah menjalani terapi. "Diagnosis penyakit jantung itu membutuhkan pemeriksaan laboratorium. Setelah terapi pun tetap harus dimonitor lewat hasil lab," ujarnya.

Perkembangan teknologi juga membuat pemeriksaan laboratorium kini semakin canggih. Salah satunya melalui teknologi Total Laboratory Automation (TLA) yang mulai diterapkan di berbagai fasilitas kesehatan modern.