Terjebak di Celah Es Hampir Sepekan, Ini Kondisi Pemandu Everest
Dawa Sherpa, pemandu asal Nepal, terjebak di celah es Gunung Everest selama nyaris sepekan. Menurut cerita Dawa sendiri, ia bertahan hidup dengan mengunyah es dan cokelat yang ada di saku bajunya.
"Saat oksigen habis, saya tak bisa berjalan. Saya tak makan apa pun selama dua hari pertama," kata Dawa kepada BBC Minggu (7/6). Lalu, ia mulai mengunyah es dengan keras karena giginya sakit. Ia berhasil mendapatkan sedikit es yang mencair untuk diminum.
Dua orang yang mengetahui cerita Dawa mengatakan pemandu itu berusaha turun perlahan tapi jatuh ke celah es. Selama dua hari, dia terjebak dan tak bisa menemukan jalan keluar. Tiba-tiba ada longsoran salju jatuh ke celah dan memberinya harapan.
Dawa lalu berhasil keluar dari celah dan menemukan tali untuk bergerak turun. Kronologi ditemukannya adalah Dawa terakhir kali terlihat menuruni gunung sekitar tanggal 29 Mei, tapi dia tak pernah sampai ke base camp meski kliennya lebih dulu di sana.
Setelah enam hari kemudian, Dawa ditemukan pendaki yang hendak membersihkan sampah-sampah di gunung pada 4 Juni pagi di sekitar air Terjun Es khumbu. Ia terlihat berusaha menuruni gunung.
Dawa lalu bergegas dibawa ke tempat aman dan diberi makan hingga air. Dia juga dilarikan ke rumah sakit di Kathmandu untuk mendapat perawatan intensif. Keluarganya sudah pasrah karena ada keterlambatan dalam mengorganisir pencarian.
Namun, ketika mereka mendengar cerita penyelamatan Dawa, mereka sangat bahagia. "Saat pertama mendengar [penyelamatan] itu, kami tak yakin apakah orang itu benar-benar ayah kami," kata anak Dawa, Mendo Lhamu Sherpa.