Strategi Kejar Target Setoran Pajak 2026 Dirjen Pajak Ungkapkan
Direktur Jenderal Pajak Kementerian Keuangan Bimo Wijayanto mengungkap strategi yang akan ditempuh untuk mengejar target penerimaan pajak pada tahun ini. Ia mengatakan bahwa salah satu strategi adalah dengan banyak berdoa, di samping usaha yang baik dan membenarkan sistem.
"Banyak doa, banyak usaha yang baik, membenarkan sistem, memperkuat Coretax, memperkuat kapasitas sumber daya manusia di Direktorat Jenderal Pajak," kata Bimo Wijayanto ketika ditemui di kantor Kementerian Keuangan, Jakarta Pusat, Jumat (5/6).
Bimo juga menilai bahwa hasil perbaikan tersebut mulai terlihat seiring semakin baiknya integritas pegawai Direktorat Jenderal Pajak. Ia mengatakan bahwa ketika sistem makin kuat, tata kelola juga makin jelas, dan kualitas sumber daya manusia yang dicerminkan dengan integritas yang makin bagus.
Dalam aspek tata kelola, Bimo mengatakan bahwa seluruh proses kerja Direktorat Jenderal Pajak secara bertahap akan terintegrasi ke dalam Coretax melalui sistem kertas kerja elektronik. Sistem tersebut akan mencakup seluruh proses mulai dari pengawasan wajib pajak oleh Account Representative (AR), pemeriksaan, audit, hingga penanganan keberatan dan banding.
Menurut Bimo, digitalisasi tersebut juga bertujuan mencegah konflik kepentingan dan penyalahgunaan data perpajakan. Selain itu, Direktorat Jenderal Pajak juga tengah menunggu berbagai rekomendasi hasil pemeriksaan dari aparat penegak hukum dan lembaga pengawasan terkait praktik perpajakan.
Ia menyinggung pemeriksaan yang berkaitan dengan dugaan under invoicing dan transfer pricing yang berpotensi menjadi bahan perbaikan ke depan. "Nah, kita tunggu juga, pasti ada rekomendasi perbaikan-perbaikan yang ada di situ," ujar Bimo.