Said Abdullah Dorong Sinergi Fiskal-Moneter untuk Stabilkan Rupiah
Ketua Dewan Pertimbangan Pajak (DPP) Said Abdullah menyarankan pemerintah untuk membuat sinergi antara kementerian keuangan dan bank sentral agar dapat mengatasi masalah pelemahan nilai tukar rupiah. Hal ini dilakukan guna menjaga kepercayaan investor asing.
Menghadapi keraguan investor asing yang disebabkan oleh anjloknya nilai tukar rupiah, Ketua Dewan Pertimbangan Pajak (DPP) Said Abdullah mengusulkan sinergi antara kementerian keuangan dan bank sentral untuk menjaga kepercayaan investor. Hal ini dilakukan guna mengatasi masalah pelemahan nilai tukar rupiah yang berdampak pada anjloknya Rupiah hingga Rp 18.000 per Dolar AS.
Menurut Said Abdullah, sinergi fiskal-monet sangat dibutuhkan agar pemerintah dapat mengatasi masalah pelemahan nilai tukar rupiah. Hal ini disebabkan karena keraguan investor asing yang disebabkan oleh anjloknya Rupiah membuat nilai tukar menjadi tidak stabil. Dengan sinergi antara kementerian keuangan dan bank sentral, diharapkan pemerintah dapat menjaga kepercayaan investor dengan segera.
Masalah pelemahan nilai tukar rupiah ini merupakan masalah besar bagi perekonomian Indonesia. Keraguan investor asing membuat nilai tukar Rupiah menjadi tidak stabil dan berdampak pada anjloknya harga barang-barang di pasar domestik. Untuk mengatasi hal ini, Said Abdullah mengusulkan sinergi antara kementerian keuangan dan bank sentral untuk menjaga kepercayaan investor.
Dengan demikian, diharapkan pemerintah dapat mengatasi masalah pelemahan nilai tukar rupiah dengan lebih efektif. Sinergi fiskal-monet yang diajukan oleh Said Abdullah diharapkan dapat membantu menjaga kepercayaan investor dan menstabilkan nilai tukar Rupiah.