Rupiah Lemah: Mana yang Menang, Siapa yang Kaget?
ekonomi

Rupiah Lemah: Mana yang Menang, Siapa yang Kaget?

CNN Indonesia30 Mei 2026👁 3 views🤖 AI Rewritten

Pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS belakangan ini telah menyebabkan berbagai dampak bagi masyarakat secara umum. Ekonom Universitas Andalas, Syafruddin Karimi, menjelaskan bahwa eksportir memang dapat merasakan keuntungan dari pelemahan rupiah karena pendapatan dolar yang lebih besar saat dikonversi ke rupiah.

"Pelemahan rupiah memang dapat memberikan keuntungan kurs bagi eksportir," kata Syafruddin. "Eksportir komoditas, manufaktur berorientasi ekspor, dan perusahaan dengan biaya domestik besar dinilai dapat menikmati tambahan margin dari depresiasi rupiah."

Namun, tidak semua eksportir dapat merasakan keuntungan dari pelemahan rupiah. Syafruddin mengingatkan bahwa banyak eksportir masih menggunakan bahan baku impor, mesin impor, energi berbasis harga global, dan pembiayaan valuta asing. "Jika biaya input dolar ikut naik, keuntungan kurs dapat terkikis," ujarnya.

Data yang dimiliki menunjukkan bahwa ekspor barang dan jasa tumbuh lebih lambat daripada impor, sehingga pelemahan rupiah belum tentu langsung mendorong kinerja ekspor secara kuat. Eksportir hanya dapat benar-benar memperoleh manfaat jika mereka memiliki kandungan lokal tinggi, kontrak ekspor stabil, utang valas terkendali, dan akses pasar global yang kuat.

Di sisi lain, importir adalah pihak yang paling terdampak oleh pelemahan rupiah. Ketika rupiah bergerak ke sekitar Rp17.865 per dolar AS dan pasar forward mengarah ke level lebih tinggi, importir harus menyediakan rupiah lebih besar untuk membeli dolar. "Beban ini langsung masuk ke harga bahan baku, barang modal, barang konsumsi impor, obat-obatan, komponen elektronik, pangan tertentu, dan energi," kata Syafruddin.

Industri yang bergantung pada bahan baku luar negeri menghadapi tekanan margin karena biaya produksi naik lebih cepat daripada kemampuan menaikkan harga jual. Jika perusahaan menahan harga, laba turun. Jika perusahaan menaikkan harga, permintaan dapat melemah.

Dalam keseluruhan, pelemahan rupiah memaksa industri untuk memperkuat lindung nilai, memperbesar kandungan lokal, memperbaiki efisiensi, dan menata ulang rantai pasok agar tidak terus menjadi korban volatilitas kurs.