Presiden Lebanon Tuduh Iran Mengeksploitasi Negaranya sebagai Alat Tawar Lawan AS
Presiden Lebanon Joseph Aoun baru-baru ini menyampaikan pernyataan penting mengenai kondisi politik di negaranya. Dalam wawancara eksklusif dengan CNN, Aoun menuding Iran telah menggunakan Lebanon sebagai alat tawar dalam konflik dengan Amerika Serikat (AS) dan Israel. Menurutnya, rakyat Lebanon sudah lelah dengan perang antara Israel dan Hizbullah, kelompok bersenjata yang didukung Iran.
Aoun juga menegaskan bahwa rakyat Lebanon berhak hidup dalam damai dan bermartabat, tanpa harus terus-menerus melihat rumah mereka hancur setiap beberapa tahun. Ia menyebutkan bahwa keadaan ini sudah tidak dapat ditolerir lagi oleh rakyat Lebanon. "Kami sudah muak dan kami ingin hidup damai," kata Aoun kepada jurnalis CNN, Jumat (5/6). Dengan demikian, Aoun menunjukkan sikapnya yang tegas dalam menghadapi tekanan dari Iran.
Selain itu, Aoun juga menyatakan bahwa negaranya siap menempuh negosiasi langsung untuk menghentikan perang dengan Israel. Langkah ini menjadi sinyal langka dari pemerintah Lebanon terhadap negara yang selama ini menjadi musuh lama mereka. "Kami siap, kami bersedia, kami berkomitmen," kata Aoun soal negosiasi untuk mengakhiri perang. Dengan demikian, Aoun menunjukkan komitmennya dalam mencari solusi damai.
Namun, upaya gencatan senjata antara Lebanon dan Israel belum berjalan mulus. Hizbullah masih menolak pelucutan senjata selama Israel belum menarik pasukannya dari wilayah Lebanon. Pemimpin Hizbullah Naim Qassem sebelumnya menyebut pembicaraan Lebanon-Israel sebagai bentuk "penyerahan diri". Aoun membantah narasi tersebut dan mengatakan telah berbicara dengan warga Lebanon dari berbagai kelompok agama, termasuk komunitas Syiah, dan banyak dari mereka mengaku lelah dengan perang Hizbullah melawan Israel.