Prabowo Mencopot Dadan dan Dua Mantan Wakilnya dari BGN karena Korupsi MBG
politik

Prabowo Mencopot Dadan dan Dua Mantan Wakilnya dari BGN karena Korupsi MBG

CNN Indonesia22 jam lalu👁 2 views🤖 AI Rewritten

Presiden Prabowo Subianto mengaku sedih mencopot mantan Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana dan dua mantan wakilnya sebagai orang yang dipercaya dari jabatan pimpinan di BGN. Keputusan ini diambil karena dugaan korupsi program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Presiden Prabowo Subianto mengatakan keputusan mencopot Dadan Hindayana dan dua mantan wakilnya sebagai orang yang dipercaya dari jabatan pimpinan di Badan Gizi Nasional (BGN) bukanlah keputusan mudah baginya. Ia mengaku ketiganya merupakan orang-orang yang selama ini dipercaya untuk menjalankan program prioritas pemerintah tersebut.

"Saya sebetulnya, hari ini, saat ini sebetulnya saya sedih. Saya tidak bisa tutupi bahwa saya dalam keadaan sedih. Karena, saya terpaksa mengganti orang-orang yang saya, sebenarnya yang saya sayangi, orang yang saya percaya, orang yang saya berikan tugas untuk negara yang sangat berat," ujar Prabowo.

Prabowo juga mengungkapkan bahwa ia telah menerima laporan mengenai dugaan penyimpangan di lingkungan BGN sejak beberapa waktu lalu. Laporan tersebut kemudian ia tindak lanjuti dengan meminta verifikasi kepada sejumlah lembaga negara.

"Jadi saya waktu dapat laporan itu, saya panggil Kepala BPKP dan juga kepala PPATK dan pejabat lain, tolong saya dapat laporan tentang BGN ini," ujarnya.

Ia mengaku keputusan mencopot Dadan cs diambil setelah mempertimbangkan kepentingan rakyat di atas segalanya. Prabowo bahkan menyinggung pesan almarhum ayahnya, ekonom Sumitro Djojohadikusumo.

"Yang jelas, mengganti mereka tidak ringan bagi saya. Tapi, saya ingat kata almarhum ayahanda saya, Prof Sumitro, pernah mengatakan kepada saya, 'Prabowo kalau satu saat dalam bingung, keadaan ragu, ingat! Berpihaklah selalu kepada rakyatmu'," kata Prabowo.

Prabowo juga menegaskan bahwa ia tidak ingin banyak berkomentar terkait proses hukum yang sedang berjalan. Ia mengaku bahwa mereka-mereka ini menghadapi masalah penyelidikan hukum, dan ia tidak boleh banyak komentar agar tidak mempengaruhi proses tersebut.

"Saya tidak mau banyak komentar, karena mereka-mereka ini menghadapi masalah penyelidikan hukum. Karena itu saya tidak boleh banyak komentar, nanti seolah saya mempengaruhi," katanya.