Pemilih AS Makin Benci Israel, AIPAC Diam-diam Genjot 'Sogokan'
politik

Pemilih AS Makin Benci Israel, AIPAC Diam-diam Genjot 'Sogokan'

CNN Indonesia29 Mei 2026👁 3 views🤖 AI Rewritten

Pemilih Amerika Serikat (AS) makin banyak membenci Israel. Fenomena ini disebabkan oleh isu kontroversial yang muncul dalam politik AS terkait dukungan terhadap Israel. Organisasi pelobi pro-Israel, AIPAC, dianggap menjadi penyumbang utama dalam mempengaruhi kebijakan AS. Mereka menggunakan strategi baru untuk mendukung kandidat favorit dalam pemilihan pendahuluan Demokrat.

Dalam beberapa tahun terakhir, dukungan terhadap Israel semakin menjadi isu kontroversial dalam politik AS. AIPAC menggunakan komite penggalangan dana bersama yang disebut Better Blue Fund sebagai alat untuk mendukung kandidat favorit. Lebih dari US$250 ribu telah dikumpulkan oleh dana tersebut dalam waktu kurang dari dua bulan untuk kandidat Demokrat. Para kritikus mengatakan bahwa mekanisme semacam itu dapat mengaburkan kepentingan politik di balik uang tersebut, terutama ketika nama komite tidak menunjukkan agenda pro-Israel.

Better Blue Fund mendukung beberapa kandidat dalam pemilihan pendahuluan Demokrat. Mereka adalah mantan anggota Kongres Utah Ben McAdams, perwakilan New York Adriano Espaillat dan Dan Goldman, serta perwakilan Missouri Wesley Bell. Komite ini juga menggalang dana untuk perwakilan Bob Menendez dari New Jersey, Grace Meng dari New York, Steve Cohen dari Tennessee, dan Jeremy Moss, seorang penantang dari Demokrat di Distrik ke-11 Michigan.

Strategi AIPAC dalam menggunakan komite penggalangan dana bersama disebut sebagai "sogokan" oleh para kritikus. Mereka yakin bahwa cara ini dapat mempengaruhi keputusan kandidat untuk mendukung Israel atau tidak. Dengan demikian, dukungan terhadap Israel menjadi isu yang sangat sensitif dalam politik AS.