Pasukan Israel Dituduh Menjarah Rumah Penduduk di Lebanon
Pasukan militer Israel dituduh melakukan penjarahan dan merusak rumah penduduk di Lebanon selatan. Menurut laporan media Israel, pasukan ini sering kali menjarah barang-barang berharga seperti karpet, kursi, sepeda motor, dan pemanas dari rumah-rumah masyarakat.
Menurut laporan Haaretz, beberapa prajurit militer Israel mengaku bahwa mereka menjalankan "misi tidak resmi" di Lebanon selatan, yaitu menjarah seluruh barang berharga warga. Mereka menjarah barang-barang tersebut untuk dibawa ke Israel.
Berdasarkan pengakuannya, pasukan Israel sering kali menjarah karpet, kursi, sepeda motor, dan pemanas dari rumah-rumah masyarakat. Sementara di toko, mereka menjarah barang-barang dengan harga mahal. Bahkan sabun cuci tangan di pos terdepan itu pun berasal dari Lebanon.
Kesaksian ini muncul di tengah meningkatnya laporan tentang penjarahan besar-besaran oleh tentara Israel sejak Negeri Zionis kembali berperang melawan Hizbullah pada Maret lalu. Haaretz bulan lalu melaporkan bahwa pasukan Israel menjarah sofa, televisi, dan sepeda motor dari rumah-rumah warga di Lebanon selatan.
Aksi pencurian ini bahkan dibiarkan begitu saja oleh para komandan militer. Media Israel lainnya, Ynet, awal bulan ini mewartakan bahwa para pemimpin militer kesulitan mengatasi skala penjarahan tersebut.
Kepala Staf Angkatan Darat Israel, Eyal Zamir, menegaskan "fenomena penjarahan, jika benar terjadi, adalah hal yang memalukan dan dapat mencoreng nama baik seluruh (militer)." Ia juga menjanjikan bahwa akan menyelidikinya jika insiden seperti itu terjadi.
Namun, salah satu komandan menolak tanda tangan surat komitmen untuk mencegah penjarahan. Saya tidak akan menandatangani surat tersebut," katanya, seraya menambahkan bahwa masalah disiplin tentara dimulai dari jajaran tertinggi.
Menurut prajurit cadangan yang bicara kepada Haaretz, sebagian besar komandan tidak peduli dengan penjarahan yang dilakukan bawahannya.