Harga Anjlok, Kementan Usul Penggunaan Telur di MBG Ditambah
ekonomi

Harga Anjlok, Kementan Usul Penggunaan Telur di MBG Ditambah

CNN Indonesia2 jam lalu👁 1 views🤖 AI Rewritten

Peningkatan harga telur menjadi perhatian utama pemerintah, terutama setelah harga telur ayam mencapai Rp21 ribu per kilogram (kg). Dalam upaya menstabilkan harga ini, Kementan telah mengusulkan peningkatan penggunaan telur dalam menu Makan Bergizi Gratis (MBG). Usulan ini ditujukan agar peternak rakyat dapat memperoleh harga yang layak.

"Kementerian Pertanian telah menyampaikan surat kepada BGN pada 8 Mei 2026 guna mendorong peningkatan pemanfaatan telur dalam Program Makan Bergizi Gratis (MBG)," kata Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementan Agung Suganda. Selain itu, Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) atau dapur MBG juga diusulkan untuk mengutamakan pembelian telur dari peternak lokal di sekitar lokasi.

Kementan juga meminta pembelian telur tersebut dilakukan sesuai Harga Acuan Pembelian (HAP) Rp26.500 per kilogram (kg). Langkah ini bertujuan untuk membantu penyerapan produksi sekaligus menjaga keseimbangan pasar.

Pemerintah berusaha menstabilkan harga telur agar peternak rakyat dapat memperoleh harga yang layak. Menurut Agung, tekanan harga yang terjadi sebelumnya dipengaruhi kombinasi peningkatan pasokan, perlambatan serapan pasar, serta distribusi yang belum optimal di sejumlah daerah sentra produksi.

Usulan Kementan tersebut kemudian ditindaklanjuti BGN melalui Surat Edaran Nomor SE/01/06/V/2026 yang mendorong peningkatan penggunaan telur dalam menu MBG, pembelian dari peternak lokal, serta pengadaan sesuai HAP.

Langkah ini merupakan bagian dari upaya pemerintah menstabilkan harga telur. Menurut Menteri Perdagangan Budi Santoso, pemerintah telah berkoordinasi dengan BGN untuk memperkuat penyerapan telur di daerah sentra produksi yang mengalami tekanan harga. "Kemarin ada beberapa daerah ya, terutama di Jawa Timur, di Blitar itu harga telur itu kan turun. Sehingga kita sudah berkoordinasi dengan BGN dan dengan Kepala BGN yang baru, bahwa SPPG ya di daerah tersebut diwajibkan untuk menyerap telur," kata Budi.

Dengan langkah ini, pemerintah berharap dapat membantu penyerapan produksi sekaligus menjaga keseimbangan pasar.