Menlu Sugiono Jawab Kritikan Publik soal Prabowo Sering ke Luar Negeri
politik

Menlu Sugiono Jawab Kritikan Publik soal Prabowo Sering ke Luar Negeri

CNN Indonesia2 jam lalu👁 1 views🤖 AI Rewritten

Menteri Luar Negeri Republik Indonesia, Sugiono, menjawab kritikan publik soal Presiden RI, Prabowo Subianto, yang dinilai terlalu sering berkunjung ke luar negeri. Kritikan itu juga sempat disampaikan diplomat senior sekaligus Mantan Wakil Menteri Luar Negeri RI Dino Patti Djalal.

Sugiono mengatakan bahwa rangkaian kunjungan internasional Presiden Prabowo Subianto selama 1,5 tahun terakhir adalah dalam rangka bergaul dengan dunia dan membawa pulang manfaat nyata bagi masyarakat RI. "Secara konstitusional, tersurat bahwa Indonesia merupakan bagian dari pergaulan internasional, bagian dari masyarakat dunia," kata Sugiono usai melakukan pertemuan bilateral dengan Menlu Madagaskar Alice N'Diaye di kompleks Kementerian Luar Negeri RI di Jakarta, Rabu.

Sugiono menilai lawatan internasional adalah upaya Indonesia menggaet semua negara menjadi kawan baik, sebagaimana ungkapan Prabowo bahwa "seribu kawan terlalu sedikit dan satu musuh terlalu banyak." Dengan semangat dalam menjalankan prinsip tersebut, Sugiono melanjutkan, Presiden Prabowo merasa Indonesia harus hadir di banyak tempat agar bisa bergaul dan berkawan dengan semua mitra di tingkat internasional.

Sugiono menegaskan bahwa semua kunjungan kenegaraan Presiden RI direncanakan dengan baik dan telah melalui tahap diskusi diplomatik yang matang, termasuk pemberian masukan oleh Kemlu RI. "Indonesia adalah bangsa yang ingin terlibat dalam upaya perdamaian dan ketertiban dunia, sehingga secara proaktif menawarkan dirinya untuk jadi jembatan," demikian Sugiono menjelaskan.

Sugiono kemudian menyambut kritik Dino sebagai sebuah masukan. "Semua saran, semua kritik dalam langkah perbaikan itu bagus, baik, tentu saja harus konstruktif," kata dia. Namun, ia mengingatkan bahwa semua kritikan serta masukan harus berlandaskan pada fakta dan data yang akurat.

Terkait masukan soal mengoptimalkan interaksi daring, Sugiono mengatakan bahwa pertemuan langsung dengan mitra internasionalnya justru dapat semakin memfasilitasi dialog. "Jika bertemu langsung, kita bisa melihat bahasa tubuh serta ada kedekatan personal," kata dia. Dari situ kita bisa berbicara mengenai hal yang lebih banyak," tambahnya.

Kritikan dari Dino sebelumnya menilai pola perjalanan luar negeri Prabowo telah memunculkan perhatian publik, sehingga ia menyampaikan sejumlah masukan mulai dari pengurangan lawatan hingga pemanfaatan diplomasi virtual.