Media Asing Soroti Rupiah Loyo, Terparah dalam Sejarah RI
ekonomi

Media Asing Soroti Rupiah Loyo, Terparah dalam Sejarah RI

CNN Indonesia2 jam lalu👁 1 views🤖 AI Rewritten

Pada Kamis (4/6), nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) mencapai rekor terendah, menyentuh Rp18.000 per dolar AS. Media internasional seperti Al Jazeera dan Asia Times menyoroti kondisi ini sebagai yang terlemah sepanjang sejarah Indonesia.

Menurut laporan Al Jazeera, kondisi ini dipicu oleh perang AS-Israel vs Iran, mengingat Republik Indonesia (RI) turut mengimpor energi bersih, meski punya cadangan minyak dan gas yang melimpah. Laporan tersebut juga menyebutkan bahwa tekanan pada neraca perdagangan telah berkontribusi pada arus keluar modal dan pelemahan mata uang.

Sementara itu, Asia Times menekankan bahwa hal ini terjadi karena pemerintah dan Bank Indonesia "bertindak terlalu lambat, ragu-ragu, dan tidak konsisten" terhadap situasi. Artikel berjudul "Indonesia's rupiah rout is not just about the dollar" juga mencermati bahwa penurunan tajam nilai tukar rupiah ini menunjukkan adanya perihal serius, yaitu fenomena kelebihan beban ekstrem.

Dalam konteks ini, Bank Indonesia dinilai terlalu fokus pada moderasi inflasi domestik yang turun menjadi 2,42 persen pada April 2026. Namun, hal ini tidak dapat menampung tekanan pasar yang meningkat. Keputusan Bank Indonesia mengambil instrumen non-suku bunga untuk menstabilkan rupiah juga gagal menghentikan penurunan nilai mata uang tersebut.

Senada, media Singapura The Straits Times juga mewartakan kondisi rupiah yang mencapai rekor terendah baru bersamaan dengan rontoknya saham-saham Indonesia. Laporan tersebut memahami bahwa hal ini menggarisbawahi kekhawatiran investor bahwa harga minyak yang terus tinggi membebani keuangan negara.

Dalam keseluruhan, kondisi ekonomi Indonesia saat ini menunjukkan adanya permasalahan serius yang perlu segera diatasi oleh pemerintah dan Bank Indonesia.