LPDS Dr. Soetomo Gelar Workshop Jurnalistik Piala Dunia
teknologi

LPDS Dr. Soetomo Gelar Workshop Jurnalistik Piala Dunia

CNN Indonesia1 jam lalu👁 3 views🤖 AI Rewritten

Lembaga Pers Dr. Soetomo menggelar workshop atau lokakarya jurnalistik tentang Piala Dunia di Gedung Dewan Pers, Jakarta, Senin (8/6). Kegiatan ini bertujuan mempertajam insting jurnalis dalam menggarap berita menarik seputar Gempita Bola Dunia 2026.

Dalam workshop tersebut, ada tiga panelis dari tiga pewarta kawakan dengan spesialisasi masing-masing. Kepala Redaksi Piala Dunia TVRI, Usman Kansong, menyampaikan pandangan dari lingkup siaran dan rambu-rambu dalam produk pemberitaan. Ia mengatakan bahwa pewarta tetap dapat berkarya meski ada regulasi ketat tentang hak cipta dari FIFA.

"Media massa selain pemegang hak siar dibolehkan untuk menggarap video highlights dengan durasi hingga 90 detik. Begitu juga dengan penyebutan 'Piala Dunia' dalam narasi berita tanpa menyebut merk lengkap seperti ada 'FIFA'-nya," kata Usman di Jakarta, Senin (8/6).

Selain itu, Oscar Motuloh, fotografer senior, memberikan pandangan baru tentang Piala Dunia dari perspektif gambar statis. Ia menjelaskan bahwa foto-foto merupakan bukti sejarah pesta bola dunia serta menunjukkan perkembangan teknologi dalam mengabadikan momen dari arena.

"Kita bisa lihat perkembangan zaman dari foto-foto Piala Dunia sejak 1930 hingga edisi terakhir lewat foto. Meski saat ini era gambar bergerak lewat platform digital, foto akan tetap relevan sebagai produk jurnalistik," ujarnya.

Dalam kesempatan yang sama, A.A Ariwibowo menjelaskan aspek humanisme dalam menulis berita Piala Dunia. Menurutnya, dinamika zaman menuntut jurnalis untuk membuat produk berita menjadi lebih hidup dengan cerita sisi lain dari sekadar pertandingan.

"Berita straight, data, dan statistik sudah dibabat oleh media besar dan kantor berita di luar negeri. Tugas wartawan di Indonesia adalah mencari celah dari itu. Bisa dari cerita budaya bahkan sejarah," kata A.A Ariwibowo.