Krisis Air Global Memburuk, Potensi Berdampak pada Konflik Internasional
teknologi

Krisis Air Global Memburuk, Potensi Berdampak pada Konflik Internasional

CNN Indonesia5 Juni 2026👁 3 views🤖 AI Rewritten

Para peneliti Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) menyatakan bahwa dunia berada dalam "kebangkrutan air" karena permintaan manusia melebihi tingkat pengisian kembali sistem air alami. Krisis ini dapat berdampak pada keamanan energi dan pangan global, serta potensi memicu konflik internasional.

Dalam laporan unggulan Januari 2026, para peneliti PBB memperingatkan bahwa dunia berada dalam keadaan "kebangkrutan air." Artinya, peningkatan permintaan manusia dan penyusutan sistem air alami melebihi tingkat pengisian kembali. Hal ini mengancam keamanan energi dan pangan global dan berpotensi menyebabkan degradasi ekologis yang tidak dapat dipulihkan.

Dampaknya tidak main-main, lebih dari dua miliar orang di seluruh dunia kekurangan akses yang memadai terhadap salah satu unsur penting kehidupan: air bersih. Meskipun pemerintah dan kelompok bantuan telah membantu banyak orang, masalah ini diproyeksikan akan memburuk seiring pertumbuhan populasi global dan intensifikasi perubahan iklim.

Laman Council on Foreign Relations (CFR) menulis, krisis air dapat berbeda secara dramatis dari satu tempat ke tempat lain. Dalam beberapa kasus, krisis itu menyebabkan kerusakan yang meluas, termasuk pada kesehatan masyarakat, pembangunan ekonomi, dan perdagangan global.

Para peneliti PBB juga menyatakan bahwa istilah "krisis air" tidak lagi cukup untuk menggambarkan penipisan struktural sistem air global. Dunia sekarang berada di era "kebangkrutan air," di mana pengambilan air permukaan dan air tanah yang berlebihan secara terus-menerus telah merusak sistem air alami hingga pada titik di mana perbaikannya menjadi tidak mungkin atau sangat mahal.

Banyak sumber air tawar melintasi batas antarnegara, dan sebagian besar, pemerintah nasional mampu mengelola sumber daya ini secara kooperatif. Namun, UNESCO telah memperingatkan terganggunya perdamaian akibat kebutuhan air. "Seiring meningkatnya kelangkaan air, risiko konflik lokal atau regional juga meningkat," kata Audrey Azoulay, Direktur Jenderal UNESCO.

Dengan demikian, para peneliti dan pemerintah harus bekerja sama untuk mengatasi krisis air global ini sebelum terjadi konflik internasional.