KPK Minta Kooperatif Wakil Menteri Imigrasi Silmy Karim dalam Operasi Tangkap Tangan
Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) tengah mencari keberadaan Wakil Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan (Wamen Imipas) Silmy Karim. Silmy menjadi salah satu pihak yang masih dikejar KPK terkait dengan rangkaian Operasi Tangkap Tangan (OTT) di Jakarta Barat pada 2-3 Juni 2026.
KPK pun berharap pihak-pihak yang masih dicari keberadaannya, termasuk Silmy, untuk kooperatif dengan lembaga antirasuah tersebut. "Tim masih terus melakukan pencarian. KPK meminta agar para pihak dapat kooperatif," ujar Juru Bicara KPK Budi Prasetyo saat dikonfirmasi melalui pesan tertulis, Rabu (3/6). "Masih dalam rangkaian peristiwa tangkap tangan di Jakarta Barat," sambungnya.
Sembari meminta yang bersangkutan kooperatif, tim penindakan KPK juga masih bergerak di wilayah Jawa Barat dan Bali. Terpisah, Silmy sempat membalas pesan CNNIndonesia.com saat dikonfirmasi mengenai OTT pejabat Imigrasi Jakarta Barat tersebut. Dia menyerahkan pemberian tanggapan ke Menteri Imigrasi Agus Andrianto.
"Hingga berita ini ditulis, CNNIndonesia.com belum mendapatkan pernyataan resmi dari Menteri Imigrasi, maupun Menko Hukum, HAM dan Imipas Yusril Ihza Mahendra terkait dugaan pencarian Silmy dan OTT KPK tersebut," tulis Budi. Sebelumnya KPK menggelar OTT di Jakarta Barat pada 2-3 Juni 2026. Total belasan orang ditangkap dari kegiatan tersebut. Sebagian sudah dibawa ke Gedung Merah Putih KPK, Jakarta Selatan, untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut.
KPK juga menyita setidaknya 4 unit mobil, 9 motor, dan 7 sepeda yang terkait dengan Operasi Tangkap Tangan (OTT) Kepala Kantor Imigrasi Jakarta Barat ke Gedung Merah Putih KPK, Kuningan, Jakarta Selatan, Rabu (3/6) malam. Seluruh barang bukti tersebut diangkut ke Kantor KPK dengan bantuan jasa towing.