Kebakaran Berulang di Sleman Dijelaskan sebagai Kasus Khusus oleh Pakar UGM
teknologi

Kebakaran Berulang di Sleman Dijelaskan sebagai Kasus Khusus oleh Pakar UGM

CNN Indonesia2 jam lalu👁 1 views🤖 AI Rewritten

Pusat Kajian Pelambatan Entropi (PKPE) Fakultas Teknik Universitas Gadjah Mada (UGM) menyebut fenomena kebakaran berulang yang melanda kediaman Mutfiana alias Fia di Seyegan, Sleman, DIY adalah kasus khusus. Penyematan kasus khusus ini berkaitan dengan kesimpulan sementara dari tim pakar UGM yang mensinyalir bahwa munculnya api berasosiasi dengan temuan gas hidrogen (H2) di lokasi.

Gas hidrogen ini diduga kuat berasal dari proses fermentasi limbah organik pemotongan ayam. Sebagai informasi, keluarga Fia memang membuka usaha pemotongan ayam di rumah mereka. Dosen sekaligus Asisten Profesor di Departemen Teknik Geologi UGM, Sarju Winardi yang juga tergabung PKPE mengatakan bahwa secara terus terang timnya belum memiliki jawaban komprehensif mengapa fenomena semacam ini tidak terjadi di tempat limbah pemotongan ayam lainnya.

Lihat Juga :

Api Misterius Rumah Warga Sleman Diduga Dipicu Limbah Pemotongan Ayam

Asumsi timnya sejauh ini, gas hidrogen ini kemungkinan lahir dari limbah organik berupa campuran kotoran, sisa air dan darah, bulu-bulu ayam yang juga mengindikasikan sumber senyawa lain yang lebih mudah terbakar pada suhu kamar, yakni gas fosfin (PH3). Apalagi, tempat penampungan limbah organik pemotongan ayam ini sudah bertahan selama 16 tahun dan kabarnya sesekali dibersihkan.

"Kalau model pengelolaan limbah tempat lain kami belum komparasikan ada kasus yang sama. Kalau yang kami dapatkan bahwa di tempat lain tidak terjadi malah. Artinya, menurut kami sekali lagi seperti pertanyaan sebelumnya ada kasus khusus," kata Sarju ditemui di Kantor Kecamatan Seyegan, Sleman, DIY, Kamis (4/6). Jadi kalau bicara komparasi, justru komparasinya menunjukkan bahwa ini kasus khusus, tidak dijumpai di tempat lain," sambungnya.

Namun, Sarju bilang, fenomena serupa secara ilmiah dapat ditemui di daerah bekas lokasi pembuangan sampah yang dulunya menampung banyak material organisme, macam hewan mati, tulang, termasuk daerah kuburan. Fenomena gas fosfin memicu gas hidrogen terbakar bisa terjadi di area dengan konfigurasi seperti ini.

Lihat Juga :

Teror Api Rumah Fia Sleman Meluas, Bakar Benda di Luar Bangunan

"Nah itu yang bisa jadi referensi, itu yang referensi kami. Tapi, kalau kejadian di tempat pemotongan ayam di Indonesia kami kok belum menemukan. Yang banyak kasusnya kan septic tank yang banyak metana (CH4), kemarin ada kecenderungan seperti itu maka teman-teman Gegana mengukur metana. Tapi sekarang septic tank sudah dikuras, disedot, dibersihkan, tapi (api) tetap keluar itu juga memperkuat. Dari kami suspeknya adalah confirmed adalah hidrogen," paparnya.

Mengapa baru kejadian sekarang? Sarju Winardi menuturkan bahwa fenomena ini mungkin terkait dengan kondisi lingkungan dan pengelolaan limbah yang spesifik di rumah Fia.