Iran Tuduh AS dan Israel Perlambat Proses Diplomasi Damai
Pemerintah Iran secara terbuka menyalahkan Amerika Serikat dan Israel atas lambatnya proses diplomasi untuk mengakhiri konflik yang tengah terjadi di kawasan Timur Tengah. Penyebab utama tersendatnya negosiasi, menurut Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Iran Esmaeil Baghaei, adalah karena sikap pemerintah Amerika yang sering berubah dan masih adanya serangan militer Israel di Lebanon. Konflik yang tengah terjadi di kawasan Timur Tengah ini telah menimbulkan kekhawatiran dunia internasional.
Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Iran Esmaeil Baghaei mengatakan bahwa pemerintah Amerika sering berubah dalam memutuskan kebijakan diplomatik. Hal ini membuat proses diplomasi menjadi lebih sulit. Selain itu, masih adanya serangan militer Israel di Lebanon juga merupakan penyebab utama tersendatnya negosiasi.
Pemerintah Iran telah beberapa kali menegaskan bahwa mereka ingin mencapai perdamaian dengan negara-negara lain di kawasan Timur Tengah. Namun, penegasan ini terus diganggu oleh tindakan-tindakan Amerika Serikat dan Israel yang tidak jelas. Dengan demikian, proses diplomasi damai menjadi semakin sulit untuk mencapai kesepakatan yang berarti.