Hasan Nasbi Ungkap Praktik Curang Sektor Sawit-Batu Bara Merugikan Negara Rp2,6 Triliun
ekonomi

Hasan Nasbi Ungkap Praktik Curang Sektor Sawit-Batu Bara Merugikan Negara Rp2,6 Triliun

CNN Indonesia2 Juni 2026👁 1 views🤖 AI Rewritten

Jakarta - Penasihat Khusus Presiden Bidang Komunikasi Hasan Nasbi mengungkap adanya praktik curang dalam perdagangan komoditas strategis selama 40 tahun yang merugikan negara. Menurutnya, banyak pihak yang mengetahui praktek ini namun tidak berani membicarakannya.

"Mungkin itu ada sesuatu yang menjadi pengetahuan umum. Orang yang ada di sektor itu tahu kejadian ini sebenarnya ada tapi tidak mau membicarakannya, tidak mau membahasnya, tidak mau kemudian mencarikan jalan keluar dari persoalan ini," kata Hasan dalam unggahan di akun instagramnya, Selasa (2/6).

Hasan menjelaskan bahwa praktik curang tersebut melibatkan undercounting, yaitu pengurutan jumlah barang yang diekspor jauh lebih rendah daripada ekspor sebenarnya. Misalnya, jika sebuah perusahaan memiliki 10 ton batubara untuk diekspor, namun hanya mencatat 5 ton. Praktik ini juga melibatkan underinvoicing dan transfer pricing.

"Contohnya, nilai ekspornya Rp100 miliar kemudian klaimnya hanya Rp50 miliar. Lalu ada praktik transfer pricing, yaitu memainkan harga jual ke luar negeri lewat perusahaan afiliasi," kata Hasan.

Dalam praktik ini, perusahaan di Singapura kemudian menjual ke pembeli berikutnya dengan harga Rp15 ribu. Keuntungannya, selisih yang Rp5 ribu tadi tidak dinikmati oleh perusahaan Indonesia. Uangnya tidak ada di perusahaan Indonesia tapi di perusahaan di Singapura.

Hasan mengatakan praktik ini merugikan Indonesia hingga Rp2.600 triliun per tahun. Ia menyebut Presiden Prabowo Subianto telah mengambil sikap untuk mengatasi praktik ini dengan membuat perdagangan satu pintu lewat Danantara Sumber Daya Indonesia.

"Langkah berani ini diambil demi mengembalikan hak rakyat dan menegakkan kedaulatan ekonomi," kata dia.