Harga Solar Naik Drastis, Penjualan Mobil Diesel Tersendat
teknologi

Harga Solar Naik Drastis, Penjualan Mobil Diesel Tersendat

CNN Indonesia2 jam lalu👁 4 views🤖 AI Rewritten

Harga solar nonsubsidi telah meningkat signifikan pada April ke level Rp25 ribu per liter, naik dari sebelumnya di bawah Rp15 ribu per liter. Lonjakan harga ini memengaruhi ketertarikan konsumen pada mobil diesel, terutama di wilayah Jawa Timur dan Sumatra yang selama ini menjadi pasar utama kendaraan diesel Toyota.

Chief Executive Auto2000 Anton Jimmi Suwandy mengatakan dampak kenaikan harga solar nonsubsidi sudah terlihat dalam beberapa bulan terakhir. Namun menurut dia, mayoritas konsumen tidak membatalkan pembelian, melainkan menunda atau beralih ke mobil lain yang lebih hemat bahan bakar. "Kami mungkin bahasanya bukan dibilang cancel ya. Jadi ada customer yang ganti. Jadi awalnya SPK diesel ganti ke hybrid. Ada yang lumayan juga menunda," kata Anton.

Penjualan mobil diesel telah tersendat, terutama di wilayah Jawa Timur dan Sumatra. Fenomena ini terlihat karena konsumen kendaraan diesel biasanya terbiasa menggunakan mobil diesel sehingga tak mudah berpindah ke teknologi lain. "Baik di Jakarta, terutama di Jawa Timur, di Sumatera, itu pencinta diesel dan penggerak belakang itu masih banyak. Apa yang mereka lihat sekarang adalah mereka mau melihat dulu harga solarnya atau Pertadex ya," ucap Anton.

Meskipun demikian, penurunan harga BBM diesel nonsubsidi yang terjadi belum lama ini diharapkan bisa memulihkan minat konsumen yang sebelumnya menunda pembelian. Anton optimis permintaan kendaraan diesel akan kembali pulih jika harga bahan bakar terus bergerak turun.