Harga Minyak Dunia Turun ke US$93,36 Usai Harapan Damai AS-Iran
ekonomi

Harga Minyak Dunia Turun ke US$93,36 Usai Harapan Damai AS-Iran

CNN Indonesia29 Mei 2026👁 3 views🤖 AI Rewritten

Harga minyak Brent Juli turun 35 sen menjadi US$93,36 per barel akibat harapan kesepakatan gencatan senjata AS-Iran. Wakil Presiden AS JD Vance menyebut kedua pihak sudah dekat tapi belum mencapai tahap akhir.

Harga minyak dunia turun pada perdagangan Jumat 29 Mei 2026 di tengah harapan tercapainya kesepakatan perpanjangan gencatan senjata antara Amerika Serikat dan Iran. Penurunan ini terjadi setelah muncul sinyal positif bahwa kedua negara semakin mendekati kesepakatan untuk mengakhiri konflik yang telah berlangsung selama tiga bulan. Namun, pernyataan bahwa kesepakatan belum mencapai tahap final membuat harga tidak turun lebih dalam.

Kontrak Brent untuk pengiriman Juli yang berakhir pada Jumat tersebut melemah 35 sen atau 0,37 persen menjadi US$93,36 per barel. Sementara itu, minyak mentah West Texas Intermediate AS turun 63 sen atau 0,71 persen ke level US$88,27 per barel. Kontrak Brent pengiriman Agustus yang lebih aktif juga melemah 46 sen atau 0,50 persen menjadi US$92,24 per barel.

Secara mingguan, harga minyak tercatat turun lebih dari 8 persen setelah Brent sempat menyentuh level terendah US$87,11 per barel, jauh di bawah posisi tertinggi pekan lalu di US$109,47 per barel. Pergerakan harga dalam beberapa sesi terakhir terpantau sangat fluktuatif karena sinyal yang saling bertentangan terkait potensi berakhirnya perang. Pasar juga terus mencermati kemungkinan pembukaan kembali jalur pelayaran di Selat Hormuz yang menjadi transit sekitar seperlima pasokan minyak dan gas alam cair dunia.

Amerika Serikat dan Iran dilaporkan telah mencapai kesepakatan pada Kamis untuk memperpanjang gencatan senjata serta mencabut pembatasan pelayaran di Selat Hormuz. Meski demikian, Presiden AS Donald Trump disebut belum memberikan persetujuan final, sementara media pemerintah Iran menyatakan kesepakatan itu belum sepenuhnya rampung. Wakil Presiden AS JD Vance mengatakan Washington dan Teheran memang semakin dekat menuju kesepakatan dengan pernyataan optimistis bahwa mereka belum sampai ke sana tetapi sudah dekat.