Gen Z Mulai Tinggalkan Fast Fashion dan Milih Capsule Wardrobe
teknologi

Gen Z Mulai Tinggalkan Fast Fashion dan Milih Capsule Wardrobe

CNN Indonesia1 jam lalu👁 1 views🤖 AI Rewritten

Konsep capsule wardrobe semakin populer di kalangan anak muda yang mulai lelah dengan budaya fast fashion dan kebiasaan belanja impulsif. Konsep ini mendorong seseorang memiliki koleksi pakaian lebih sedikit, tetapi mudah dipadupadankan untuk berbagai aktivitas sehari-hari.

Lia (23), seorang pekerja di perusahaan swasta, mulai mencoba konsep capsule wardrobe sekitar setahun lalu. Ia merasa kelelahan dengan membeli pakaian karena tergoda tren media sosial dan promo belanja online. Setelah itu, ia memilah isi lemarinya dan mempertahankan pakaian dengan warna serta model yang mudah dipadukan.

"Kini aku jadi enggak buang waktu lama cuma buat mikirin outfit," kata Lia kepada CNNIndonesia.com. "Hampir semua baju di lemari sekarang bisa dipakai bareng."

Meski begitu, Lia sempat merasa kurang percaya diri ketika harus menghadiri acara sosial atau bertemu teman-temannya. Namun, ia akhirnya menyadari bahwa orang-orang tidak terlalu notice dengan pakaian yang dipakai.

Sementara itu, Erik (24), seorang karyawan swasta, juga mulai menerapkan konsep capsule wardrobe karena merasa terlalu sering membeli pakaian yang akhirnya hanya dipakai sekali atau dua kali. Ia mengatakan bahwa memiliki terlalu banyak pilihan pakaian justru membuatnya lebih sulit menentukan outfit harian.

Dengan menerapkan konsep capsule wardrobe, anak muda dapat meninggalkan tren fast fashion dan kebiasaan belanja impulsif. Mereka dapat memiliki koleksi pakaian yang lebih sedikit, tetapi mudah dipadupadankan untuk berbagai aktivitas sehari-hari.