Evakuasi Pendaki Ilegal Semeru Rampung Usai 4 Hari Penyelamatan
kesehatan

Evakuasi Pendaki Ilegal Semeru Rampung Usai 4 Hari Penyelamatan

CNN Indonesia1 jam lalu👁 4 views🤖 AI Rewritten

Evakuasi Pendaki Ilegal Semeru Rampung Usai 4 Hari Penyelamatan

Tim SAR gabungan akhirnya berhasil mengevakuasi Cakra, pendaki ilegal yang terjatuh ke jurang sedalam 375 meter di Gunung Semeru, Jawa Timur. Proses evakuasi berlangsung selama empat hari dan mencapai puncak pada Jumat (5/6) siang.

Kepala Kantor SAR Surabaya, Nanang Sigit, mengungkapkan bahwa proses evakuasi di lapangan sangat berat. Tim harus membawa korban secara estafet menggunakan metode slope rescue, yakni tandu lipat yang ditarik dengan sistem tali. Proses penyelamatan pemuda asal Malang tersebut menguras fisik dan mental para personel SAR.

Kondisi medan evakuasi juga sangat ekstrem. Tim harus menghadapi jalur curam, minim titik pijakan aman atau anchor, ancaman longsor, serta paparan debu vulkanik dan kabut tebal yang membatasi jarak pandang. "Informasi dari tim di lapangan menyebutkan kondisi permukaan tanah di beberapa lokasi tertutup debu vulkanik. Menjelang sore hari, tim SAR gabungan juga harus lebih berhati-hati karena kabut mulai menutup pandangan," kata Nanang, Jumat (5/6).

Sulitnya medan membuat tim evakuasi beberapa kali harus berhenti untuk memulihkan tenaga. Posko SAR bahkan mengirim bantuan tambahan di tengah perjalanan guna menopang proses penyelamatan. Pada pukul 14.30 WIB, tim SAR gabungan meminta waktu beristirahat karena beratnya jalur yang harus dilalui. Posko kemudian memberangkatkan empat personel tambahan untuk membawa logistik sekaligus membantu proses evakuasi hingga ke posko.

Insiden bermula saat korban nekat mendaki Gunung Semeru melalui jalur ilegal pada Sabtu (30/5). Ia dilaporkan terjatuh ke jurang pada Senin (1/6) sekitar pukul 10.00 WIB. Beruntung, sebelum kehilangan kontak, Cakra sempat mengirimkan titik koordinat terakhir dan meminta pertolongan kepada orang tuanya. Untuk mencapai lokasi korban, tim SAR gabungan harus berjalan kaki selama sekitar delapan jam. Saat ditemukan, korban mengalami cedera serius pada kaki kanan.

"Supaya meminimalisir pergerakan dan agar tidak semakin bengkak, kaki survivor memang harus dibidai," ujar Nanang. Karena lokasi korban berada di jurang yang sangat curam, proses penarikan tandu dilakukan secara bertahap sejak Kamis (4/6) siang dengan penuh kesabaran dan perhatian dari tim SAR gabungan.