ByteDance Bantah Membikin 'Mobil TikTok'
Perusahaan teknologi China ini telah membantah spekulasi tentang "mobil TikTok" yang ramai dibicarakan belakangan. Lewat pernyataan resmi di Weibo, Sabtu (6/6), ByteDance menegaskan tidak pernah berniat masuk ke bisnis manufaktur kendaraan.
"Pernyataan terkait tidak akurat. ByteDance tidak punya rencana memproduksi mobil ataupun meluncurkan merek mobil," tulis ByteDance dalam pernyataannya.
ByteDance juga membantah keterkaitannya dengan Saidou Technology, perusahaan yang telah diasosiasikan dengan mereka. Mereka menegaskan bahwa Saidou bukanlah merek mobil yang diluncurkan oleh ByteDance atau Doubao, layanan kecerdasan buatan (AI) miliknya.
"Saidou bukan merek mobil yang diluncurkan ByteDance atau Doubao. ByteDance dan Saidou tidak memiliki kerja sama kepemilikan saham," lanjut pernyataan itu.
ByteDance menambahkan bahwa keterlibatannya di industri otomotif hanya sebatas pemasok teknologi. Mereka menyediakan layanan seperti model AI dan kokpit pintar untuk membantu mitranya meningkatkan pengalaman interaksi cerdas di kendaraan.
Kabar tentang "mobil TikTok" mencuat setelah Seres Group, produsen merek AITO yang berkolaborasi dengan Huawei, ingin meluncurkan merek otomotif baru, Saidou Technology, bersama Volcano Engine. Tetap Meluncur 9 Juni
Meski ByteDance membantah rencana mereka untuk memproduksi mobil, merek mobil Saidou tetap dijadwalkan meluncur pada 9 Juni. Mengutip Car News China, dengan adanya bantahan ini, mobil Saidou kini diperkirakan hanya akan mengusung kemampuan AI dan kokpit pintar dari Volcano Engine dan Doubao.
Saidou sendiri merupakan hasil restrukturisasi Chongqing Landian Technology, anak usaha Seres yang berganti nama pada 29 Mei. Proses ini disertai suntikan modal 6,67 miliar yuan atau sekitar Rp17,6 triliun dari sejumlah investor, termasuk lengan investasi strategis CATL.
Restrukturisasi dilakukan saat Seres berupaya menekan kerugian dan membenahi laporan keuangannya. Sebagai merek lama, Landian memang kesulitan bersaing di segmen SUV entry-level.