Satgas PRR Pastikan Lanjut Kawal Pemulihan Infrastruktur di Sumatra
politik

Satgas PRR Pastikan Lanjut Kawal Pemulihan Infrastruktur di Sumatra

CNN Indonesia2 jam lalu👁 1 views🤖 AI Rewritten

Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (Satgas PRR) Pascabencana Sumatra memastikan berbagai proyek penanganan jalan, jembatan, tanggul, dan pengendalian sungai di Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat yang terdampak bencana hidrometeorologi pada akhir tahun lalu tetap berjalan sesuai target, serta mampu memberikan perlindungan yang lebih baik bagi masyarakat setempat.

Pemantauan pemulihan infrastruktur dilakukan Satgas PRR bersama Balai Kementerian Pekerjaan Umum, pemerintah daerah, serta pelaksana proyek untuk melihat langsung perkembangan pekerjaan di sejumlah titik prioritas. Selain memantau progres, Satgas PRR juga menyerap berbagai kendala yang dihadapi di lapangan, mulai dari kebutuhan material, pembebasan lahan, hingga pasokan bahan bakar bagi alat berat yang digunakan dalam proses rehabilitasi dan rekonstruksi.

Ketua Satgas PRR Pascabencana Sumatra, Muhammad Tito Karnavian mengatakan, pembangunan kembali infrastruktur dasar yang terdampak bencana seperti sungai, jalan, dan jembatan menjadi bagian penting dari proses pemulihan permanen di tiga provinsi terdampak. "Tadi disampaikan yang diprioritaskan adalah infrastruktur, sungai, jalan, jembatan, perdagangan, pertanian, kemudian huntap juga penting supaya masyarakat tidak terlalu lama di huntara," ujar Tito usai rapat dengan Ketua Tim Pengarah Satgas PRR Pratikno di Jakarta, beberapa waktu lalu.

Di sejumlah lokasi di Aceh Tengah, pekerjaan penanganan longsor, penguatan lereng, perbaikan badan jalan, dan pembangunan dinding penahan tanah terus menunjukkan kemajuan. Satgas meminta seluruh pekerjaan pada titik-titik kritis dapat diselesaikan lebih cepat agar infrastruktur yang menjadi akses utama masyarakat tidak kembali terganggu ketika curah hujan meningkat pada akhir tahun.

Percepatan juga dilakukan pada berbagai proyek jalan dan jembatan yang menghubungkan kawasan Aceh Tengah dan Gayo Lues. Sejumlah ruas yang sebelumnya mengalami kerusakan berat akibat longsor kini dalam tahap penanganan, sementara normalisasi sungai dan penguatan tebing terus dilakukan secara terpadu guna mengurangi risiko kerusakan berulang.

Satgas menekankan pentingnya sinergi antara pembangunan infrastruktur jalan dan pengendalian aliran sungai agar hasil pemulihan dapat bertahan dalam jangka panjang. Di wilayah Gayo Lues, perhatian diberikan pada pembangunan tanggul pengaman sungai yang berfungsi melindungi permukiman dan lahan produktif masyarakat. Mengingat tingginya intensitas hujan di kawasan tersebut, Satgas meminta pekerjaan yang semula ditargetkan selesai pada Agustus dapat dipercepat sehingga perlindungan bagi warga dapat segera dirasakan sebelum puncak musim penghujan tiba.