BEI Menguatkan Fundamental Pasar Modal
Bursa Efek Indonesia (BEI) buka suara soal Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang melemah nyaris 5 persen selama dua hari terakhir. Penjabat sementara (Pjs) Direktur Utama BEI Jeffrey Hendrik mengatakan fundamental pasar modal saat ini dalam kondisi baik berdasarkan laporan keuangan seluruh emiten, khususnya dalam kelompok LQ45 alias 45 saham paling likuid dan berkapitalisasi besar di BEI.
Jeffrey menyebut terjadi pertumbuhan laba bersih pada kuartal I 2026 sebesar 29,9 persen secara year-on-year (yoy). "Kemudian kalau kita lihat distribusi laba bersih per kuartal pertama tahun 2026, dari seluruh perusahaan tercatat yang ada, 80 persen membukukan laba bersih. Ini adalah persentase tertinggi lima tahun terakhir," ujar Jeffrey saat ditemui di kantor BEI, Jakarta Selatan, Kamis (4/6).
Menurut Jeffrey, penjelasan ini dapat menjelaskan mengapa pasar modal saat ini dalam kondisi baik. Ia juga mengingatkan kepada investor terkait kebijakan yang diambil BEI terhadap pergerakan pasar modal tahun lalu hingga saat ini masih berlaku. "Terkait dengan buyback tanpa RUPS sampai saat ini masih berlaku. Kemudian, penundaan pelaksanaan shortselling atau larangan melakukan shortselling itu juga masih berlaku," ungkap Jeffrey.
Jeffrey pun mengingatkan investor untuk mengambil keputusan berdasarkan informasi yang akurat, khususnya terkait pengumuman penyedia indeks saham global Morgan Stanley Capital International (MSCI). "Terkait dengan MSCI, yang dapat kami sampaikan adalah bahwa dari hal-hal konkret yang sudah kita lakukan, kami memiliki ekspektasi yang sangat tinggi bahwa Indonesia akan tetap di emerging market," ujarnya.