3 Santri Dibakar Teman Sesama di Lombok Tengah, Satu Meninggal Dunia
Pengungkapan kasus pembakaran tiga santri di pondok pesantren Kecamatan Batukliang, Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB), baru-baru ini terjadi setelah video dugaan pembakaran beredar luas di media sosial.
Kasus tersebut terungkap seiring video dugaan pembakaran yang beredar luas di media sosial. Video itu menunjukkan korban yang menangis kesakitan sambil memperlihatkan luka bakar di beberapa bagian tubuhnya yang telah dibalut perban di rumah sakit. Terdengar juga suara pihak keluarga yang sedang menenangkan korban. Korban mengaku merasakan kesakitan di bagian badan dan kakinya.
Ketua Lembaga Perlindungan Anak (LPA) Kota Mataram, Joko Jumadi, membenarkan adanya peristiwa tersebut. Menurutnya, peristiwa itu terjadi pada November 2025. Namun, baru terungkap setelah videonya beredar luas di media sosial.
"Kasus di pondok pesantren ini kejadiannya November 2025. Saya baru mengetahui setelah videonya beredar sekarang," kata Joko, Rabu (3/6). Ia mengaku langsung melakukan penelusuran setelah menerima informasi yang beredar di media sosial.
Berdasarkan informasi awal yang diterimanya, terdapat tiga santri yang menjadi korban. Mereka diduga disiram menggunakan bahan bakar sebelum dibakar oleh sesama santri. Akibat kejadian tersebut, dua korban mengalami luka bakar serius, sementara satu meninggal dunia.
"Ada tiga korban. Dua mengalami luka bakar dan satu meninggal dunia," ujarnya.