3 Negara Ini Ubah Sampah Jadi Energi Hijau, Bisa Ditiru RI?
teknologi

3 Negara Ini Ubah Sampah Jadi Energi Hijau, Bisa Ditiru RI?

CNN Indonesia1 jam lalu👁 1 views🤖 AI Rewritten

Persoalan sampah bukan hanya merupakan masalah bagi negara-negara berkembang, tapi juga sejumlah negara maju di dunia. Oleh karena itu, para ahli telah mengembangkan teknik mengubah sampah menjadi energi yang disebut green energy (energi hijau). Proses ini umumnya dikenal sebagai teknologi Waste-to-Energy (WtE) dan bertujuan untuk mengurangi volume sampah serta menekan emisi karbon.

Swedia merupakan salah satu contoh negara yang telah berhasil melakukannya dengan sangat efektif. Negara ini terkenal karena mendaur ulang hingga 99 persen limbahnya, sehingga hanya kurang dari 1 persen sampah yang berakhir di tempat pembuangan akhir (TPA). Teknologi WtE mereka pun sangat efisien sehingga mereka bahkan mengimpor sampah dari negara tetangga untuk memenuhi pasokan bahan bakar pembangkit listrik tenaga sampah.

Selain itu, Swedia juga telah berhasil menghasilkan pendapatan sebesar US$100 juta setiap tahunnya dengan mengimpor sampah dan mendaur ulang limbah yang dihasilkan oleh negara lain. Bahkan, Inggris Raya, Norwegia, Irlandia, dan Italia bersedia membayar US$43 untuk setiap ton limbah yang diimpor Swedia untuk tujuan ini.

Di sisi lain, Denmark juga telah mengembangkan fasilitas WtE canggih berstandar tinggi seperti CopenHill di Kopenhagen. Fasilitas ini tidak hanya mengubah sampah menjadi energi listrik dan panas, tetapi atap bangunannya juga dimanfaatkan sebagai jalur rekreasi dan ski ramah lingkungan bagi publik.

Singapura pun telah menunjukkan kemampuan untuk mengolah limbah menjadi energi hijau dengan menggunakan teknologi WtE. Meskipun tidak banyak informasi yang tersedia tentang Singapura, namun negara ini merupakan contoh lain dari negara maju yang telah berhasil melakukannya.

Dengan melihat keberhasilan tiga negara tersebut, Indonesia dapat meniru langkah mereka untuk mengubah sampah menjadi energi hijau. Dengan demikian, kita dapat mengurangi volume sampah dan menekan emisi karbon serta meningkatkan pendapatan dari pengelolaan limbah.