122 Prodi Ditutup, Ini Daftar Program Studi yang Paling Banyak Ditutup di Indonesia
teknologi

122 Prodi Ditutup, Ini Daftar Program Studi yang Paling Banyak Ditutup di Indonesia

CNN Indonesia2 jam lalu👁 3 views🤖 AI Rewritten

Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) mencatat 122 program studi (prodi) ditutup pada tahun 2026. Penutupan prodi ini bukan merupakan keputusan sepihak dari pemerintah, melainkan bagian dari penyesuaian yang dilakukan masing-masing kampus untuk menyesuaikan kebutuhan pasar kerja dan perkembangan teknologi.

Pada tahun 2026, terdapat 122 program studi (prodi) yang resmi ditutup atas usulan perguruan tinggi penyelenggaranya. Penutupan tersebut melibatkan program studi di berbagai kampus, baik perguruan tinggi negeri (PTN) maupun perguruan tinggi swasta (PTS). Daftar prodi yang paling banyak ditutup pada tahun 2026 mencakup program Diploma Tiga (D3) dan Sarjana (S1).

Penutupan program studi bukan berarti suatu bidang ilmu tidak lagi dibutuhkan. Dalam banyak kasus, keputusan tersebut biasanya berkaitan dengan evaluasi kampus terhadap jumlah peminat, kebutuhan industri, efektivitas penyelenggaraan, hingga strategi pengembangan institusi pendidikan. Kemdiktisaintek mencatat bahwa seluruh penutupan program studi pada tahun 2026 dilakukan berdasarkan permintaan atau usulan dari perguruan tinggi yang bersangkutan.

Fenomena penutupan program studi sebenarnya bukan hal baru dalam dunia pendidikan tinggi. Seiring perubahan kebutuhan pasar kerja dan perkembangan teknologi, perguruan tinggi sering melakukan evaluasi terhadap jurusan yang memiliki jumlah mahasiswa terbatas atau dianggap perlu direstrukturisasi.

Berikut daftar prodi PTN dan PTS yang paling banyak ditutup pada tahun 2026:

1. D3 Kebidanan, sebanyak 16 lokasi

2. D3 Manajemen Informatika

3. D3 Akuntansi

4. D3 Teknik Komputer

5. S1 Manajemen Retail

6. D3 Keuangan dan Perbankan

7. D3 Keperawatan

8. S1 Matematika

Daftar prodi yang paling banyak ditutup pada tahun 2026 menunjukkan bahwa penutupan lebih banyak terjadi pada program studi vokasi maupun bidang tertentu yang mengalami perubahan tren peminatan. Penyesuaian ini dilakukan untuk menyesuaikan kebutuhan pasar kerja dan perkembangan teknologi.