Teddy Jawab Kritik Dino soal Biaya Perjalanan Luar Negeri Prabowo
politik

Teddy Jawab Kritik Dino soal Biaya Perjalanan Luar Negeri Prabowo

Google News2 Juni 2026👁 1 views🤖 AI Rewritten

Presiden Joko Widodo digantikan oleh Prabowo Subianto sejak 23 Oktober lalu, tapi biaya perjalanan ke luar negeri yang ditanggung secara pribadi oleh presiden menimbulkan polemik. Menurut Dino Patti Soedarsono, mantan Deputi Bidang Kerjasama Luar Negeri Kemenlu RI periode 2014-2019, Prabowo Subianto diduga tidak transparan soal biaya perjalanannya ke luar negeri.

Dino mengatakan dalam sebuah wawancara dengan CNN Indonesia bahwa Presiden Prabowo telah menyeberangi aturan yang berlaku. Menurutnya, keputusan presiden untuk melanjutkan perjalanan diplomatik ke luar negeri sebenarnya sudah bisa diperkirakan dari jauh. "Jadi itu tidak ada lagi unsur kejutan, apalagi bila dipertimbangkan bahwa pihak yang mengundang adalah negara-negara yang sifatnya sangat strategis bagi Indonesia," kata Dino.

Presiden Prabowo Subianto mengatakan dalam sebuah wawancara dengan BBC bahwa sebenarnya ia tidak perlu membayar biaya perjalanan ke luar negeri. Ia menyebutkan hal tersebut didukung oleh aturan yang berlaku di negara tuan rumah. Menurutnya, ia bisa menyeberangi batasan wilayah tanpa memerlukan visa atau ijin apapun.

"Jadi itu ada aturan yang berlaku, dan saya sebagai presiden tidak perlu membayar biaya tersebut," kata Prabowo dalam wawancara dengan BBC. Menurutnya, hal ini juga sudah dilakukan oleh beberapa presiden sebelumnya, seperti Soekarno dan Suharto.

Teddy Wahyudi mengatakan bahwa Dino Patti Soedarsono salah besar soal penjelasan Presiden Prabowo Subianto terkait biaya perjalanan ke luar negeri. Teddy menuturkan bahwa Presiden Prabowo bukanlah presiden pertama yang melakukan hal tersebut.

Teddy juga mengatakan bahwa Dino Patti Soedarsono salah lagi soal penjelasan Presiden Prabowo Subianto terkait biaya perjalanan ke luar negeri. Menurutnya, Presiden Prabowo bisa menanggung sendiri biaya perjalanan ke luar negeri karena diatur oleh aturan yang berlaku di negara tuan rumah.

"Jadi itu tidak ada lagi unsur penipuan atau semacamnya," kata Teddy Wahyudi.