Tarif Transjabodetabek Dikaji Ulang, Tidak Lagi Rp3.500
Pemerintah Provinsi DKI Jakarta sedang menyiapkan putusan tarif Transjabodetabek yang tidak lagi seharga Rp3.500. Menurut Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung, tarif ini akan disesuaikan berdasarkan jarak tempuh dan kualitas layanan. "Waktu itu saya juga menyampaikan, enggak mungkin Blok M-Soekarno-Hatta itu Rp3.500 karena naik Damri, naik yang lain, itu sudah rata-rata di atas Rp100.000," kata Pramono.
Pramono menegaskan bahwa skema resmi tarif Transjabodetabek akan segera diumumkan dalam waktu dekat. Ia berharap pengguna Transjabodetabek dapat memahami rencana penyesuaian tarif tersebut. Pilihan Redaksi Transportasi DKI Nomor 17 Dunia, Pramono Ajak Menteri-Kapolri Naik Tj
Pramono juga menegaskan bahwa rencana penyesuian tarif itu akan mempertimbangkan jarak tempuh serta kualitas layanan yang diberikan. Meski demikian, pemerintah memastikan tarif yang diputuskan nantinya tetap terjangkau bagi masyarakat. Selain itu, dia pun memastikan penyesuaian tarif itu bakal juga dimanfaatkan untuk mendukung peningkatan penggunaan transportasi umum.
Seperti diketahui, Transjakarta telah mengoperasikan rute Transjabodetabek baru, yaitu rute SH2: Blok M - Bandara Soekarno-Hatta pada 12 Maret 2026. Pemprov DKI berencana membahas tarif rute tersebut ke depannya dengan kisaran Rp10.000 atau Rp15.000. Namun, Pramono akan memutuskan tarifnya setelah rute tersebut beroperasi selama tiga bulan.
Dengan demikian, pemerintah DKI Jakarta berharap masyarakat dapat memahami rencana penyesuaian tarif Transjabodetabek ini.