Somalia Ekskalasi Kekerasan Setelah Presiden Umumkan Perpanjang Masa Jabatan
Baku tembak hebat terjadi di ibu kota Somalia, Mogadishu, pada Rabu (3/6) usai Presiden Hassan Sheikh Mohamud secara sepihak mengumumkan memperpanjang masa jabatannya selama satu tahun. Baku tembak tersebut terjadi dalam waktu singkat dan berakhir setelah 15 menit.
Pengumuman perpanjangan masa jabatan Mohamud menuai protes keras dari oposisi dan beberapa pemimpin daerah, yang menganggap hal ini sebagai upaya memusatkan kekuasaan. Beberapa wilayah di Somalia masih berada di bawah kendali Al Shabaab, sebuah kelompok pemberontak Islamis terkait Al Qaeda.
Mantan Perdana Menteri Hassan Ali Khaire mengatakan dirinya diserang oleh pasukan pemerintah menjelang rencana demonstrasi masyarakat pada Kamis (4/6). "Serangan dilancarkan terhadap kami oleh pasukan yang dipimpin presiden yang masa jabatannya telah berakhir," kata Khaire dalam unggahan di media sosial.
Pemilu demokratis juga menjadi sasaran Mohamud, yang berupaya mengarahkan Somalia menuju pemilihan umum (pemilu) demokratis. Namun, banyak klan di negara ini terbelah dan oposisi menolak keputusan Mohamud.
Pemerintah telah mengutuk kerusuhan ini dengan menyebutnya "insiden yang disayangkan" dan menyalahkan milisi oposisi bersenjata sebagai dalang kekerasan.