Scary Movie Langsung Cuan di Box Office Debut Meski Diterima Rendah Kritikus
teknologi

Scary Movie Langsung Cuan di Box Office Debut Meski Diterima Rendah Kritikus

CNN Indonesia2 jam lalu👁 1 views🤖 AI Rewritten

Berkat sambutan hangat dari penonton, film Scary Movie yang menuai nilai cukup rendah dari kritikus tetap menuai pendapatan box office menyenangkan di pekan debut pembukaannya. Menurut data Box Office Mojo, Scary Movie 6 ini mampu mengumpulkan US$55 juta di pasar domestik dan langsung menduduki puncak box office Amerika Utara.

Pendapatan itu juga belum termasuk dengan perolehan di pasar internasional sebesar US$50,5 juta dan menggenapi perolehan secara global mencapai US$105,5 juta. Jumlah tersebut terbilang awal yang fantastis untuk film parodi ini mengingat bujet yang dikeluarkan Paramount Pictures cs hanyalah US$30 juta.

Scary Movie yang juga disebut sebagai Scary Movie 6 ini digarap oleh Michael Tiddes dan ditulis oleh Marlon Wayans, Shawn Wayans, Keenen Ivory Wayans, Craig Wayans, dan Rick Alvarez. Film tersebut menjadi rilisan ke-enam waralaba tersebut setelah Scary Movie 5 yang rilis pada 2013, dan dianggap sebagai sekuel spiritual dari dua film pertama.

David A. Gross, yang menerbitkan buletin box office FranchiseRe, mengatakan bahwa ini adalah pembukaan yang luar biasa untuk sekuel komedi yang sudah sejauh ini dalam serinya. "Ini juga merupakan kebangkitan besar setelah [film] terakhir pada 2013 gagal total," kata Gross.

Scary Movie (2026) mengisahkan Cindy Campbell dan teman-temannya, Ray Wilkins serta Shorty dan Brenda Meeks bersaudara, yang berkumpul kembali ketika pembunuh bertopeng yang sama dari film pertama kembali muncul. Film tersebut mendapatkan kritikan pedas dari kritikus, dengan nilai 24 persen di Tomatometer dan 69 persen di Popcornmeter.

Dalam posisi kedua box office domestik akhir pekan kemarin diisi oleh debut Masters of the Universe dengan perolehan US$29,3 juta di pasar domestik, kemudian US$25 juta di pasar internasional, sehingga mendapatkan US$54,3 juta secara global. Namun angka tersebut masih belum cukup untuk menutupi bujet produksi US$170-200 juta.