Rupiah Melemah ke Rp18.110 per Dolar AS, Analis Memprediksi Kondisi Buruk
Nilai tukar rupiah mengalami penurunan pada Senin (8/6) pagi dengan harga Rp18.110 per dolar AS. Pergerakan ini diikuti oleh beberapa mata uang Asia lainnya yang juga melemah terhadap dolar AS. Peso Filipina dan ringgit Malaysia mengalami penurunan 0,32 persen dan 0,93 persen, sedangkan yen Jepang turun 0,03 persen.
Sementara itu, beberapa mata uang Asia lainnya masih mampu menguat. Yuan China terapresiasi 0,07 persen, dolar Singapura naik 0,01 persen, dan won Korea Selatan menguat 0,56 persen terhadap dolar AS. Pergerakan ini menunjukkan bahwa kondisi ekonomi global masih kompleks dan tidak dapat diprediksi dengan pasti.
Analis mata uang Doo Financial Futures Lukman Leong berpendapat bahwa rupiah berpotensi kembali melemah seiring penguatan dolar AS yang didorong data ketenagakerjaan Amerika Serikat (AS) yang lebih baik dari ekspektasi pasar. Menurutnya, sentimen geopolitik juga masih menjadi tekanan tambahan bagi mata uang negara berkembang, termasuk rupiah.
"Rupiah berpotensi melemah terhadap dolar AS yang menguat tajam setelah data pekerjaan AS yang lebih baik dari perkiraan. Eskalasi baru di Timur Tengah juga ikut mendukung penguatan dolar AS dan menekan rupiah," ujar Lukman kepada CNNIndonesia.com. Lukman memperkirakan pergerakan rupiah pada hari ini berada dalam rentang Rp18.000 hingga Rp18.150 per dolar AS.
Pergerakan nilai tukar rupiah masih menjadi perhatian utama masyarakat dan investor. Kondisi buruk pasar global masih membawa risiko bagi ekonomi Indonesia, sehingga penting untuk memantau perkembangan nilai tukar rupiah dengan baik.