Revitalisasi Blok M: Pusat Transportasi dan Ruang Kreatif Jakarta
Pemprov DKI Jakarta merevitalisasi Blok M agar kembali menjadi pusat aktivitas ekonomi, sosial, dan budaya berkat dukungan transportasi massal yang lengkap. Upaya ini dinilai memberikan dampak positif bagi identitas urban Jakarta.
Pemerintah Provinsi DKI Jakarta terus berupaya mengubah wajah kawasan Blok M yang sempat mati suri dan kini kembali menyala. Upaya ini dilakukan karena hampir semua transportasi umum berujung atau melintasi Blok M, termasuk Terminal Blok M yang dulunya merupakan terminal dalam kota terbesar di Jakarta. Revitalisasi tersebut bertujuan menjadikan kawasan ini bukan hanya pusat perbelanjaan, tetapi juga tempat bertemu berbagai komunitas dari latar belakang berbeda di Jakarta Selatan.
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menyatakan bahwa saat ini hampir semua fasilitas transportasi publik mengarah ke Blok M. Dari enam rute Transjabodetabek yang baru dibuka, tiga di antaranya adalah Alam Sutera-Blok M, PIK 2-Blok M, dan Ancol-Blok M yang secara khusus dihadirkan untuk mendukung hidupnya kawasan ini. Pernyataan tersebut disampaikan Pramono Anung saat meresmikan wajah baru New M Bloc Space di M Bloc Live House pada Oktober 2025 lalu.
Pramono Anung menilai pembukaan tempat baru itu sejalan dengan visi menjadikan Jakarta sebagai kota global yang inklusif, berdaya saing, dan ramah terhadap komunitas kreatif. Ia menegaskan bahwa ruang tersebut terbuka bagi semua orang untuk berkreasi dengan kesempatan yang sama. Sejak dibuka pada 2019, M Bloc Space telah menjadi kawasan yang hidup lewat kreativitas, kolaborasi, serta berbagai aktivitas komunitas, festival musik, pameran seni, dan kegiatan UMKM.
Anggota Komisi D DPRD DKI Jakarta Ali Lubis menilai pengembangan kembali kawasan ini sangat penting karena nilai sejarahnya dan lokasinya yang strategis bagi identitas urban Jakarta. Menurut Ali Lubis, alasan utama Pemprov DKI Jakarta memfokuskan pengembangan Blok M adalah karena kawasan ini memiliki sejarah dan nilai strategis besar dari sisi ekonomi, transportasi, maupun identitas urban. Ia menyebut akses transportasi yang mudah menjadi modal utama untuk menghidupkan kembali kawasan tersebut pada Kamis (21/5).