Purbaya Pastikan Ada yang Beli Tahu Tempe Agar Usaha Tetap Berjalan
ekonomi

Purbaya Pastikan Ada yang Beli Tahu Tempe Agar Usaha Tetap Berjalan

CNN Indonesia2 jam lalu👁 3 views🤖 AI Rewritten

Pemerintah akan berupaya menjaga daya beli masyarakat dan memperkuat kurs rupiah untuk membantu pedagang tahu tempe yang menghadapi tekanan dari kenaikan biaya produksi. Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya menegaskan hal ini dalam sebuah kesempatan di Tanjung Priok, Jakarta Utara, Sabtu (6/6).

Salah satu tantangan yang dihadapi oleh pelaku usaha tahu tempe adalah kenaikan biaya bahan baku impor. "Kita mesti pastikan demand-nya terjaga. Jadi ada yang beli," kata Purbaya. Untuk itu, pemerintah akan berupaya menjaga permintaan masyarakat terhadap produk tahu tempe.

Selain itu, pemerintah juga berupaya memperkuat nilai tukar rupiah melalui koordinasi yang lebih erat antara kebijakan fiskal dan moneter. Menurut Purbaya, penguatan rupiah akan membantu menurunkan biaya produksi para pelaku usaha yang masih bergantung pada bahan baku impor seperti pedagang tahu tempe.

"Kalau rupiah menguat, otomatis cost of production mereka turun. Itu yang kita akan pastikan terjadi dalam beberapa waktu ke depan," ujarnya. Purbaya juga menegaskan bahwa keuntungan pedagang tahu tempe dapat kembali pulih jika pemerintah berhasil menjaga stabilitas nilai tukar.

Dalam kesempatan terpisah, Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo dan Purbaya telah menyepakati dua langkah dalam penguatan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS. Kedua institusi saat ini berjalan seirama dalam menghadapi dinamika global.

"Penguatan koordinasi fiskal-moneter itu terus kita lakukan dan saat ini memang difokuskan bagaimana fiskal dan moneter seirama, saling mendukung, saling memperkuat dengan kewenangan masing-masing untuk memperkuat upaya-upaya bersama melakukan stabilisasi ekonomi," ujar Perry.